SOLO, MettaNEWS – Gudang lantai 3 kampus Akademi Tekhnologi Bank Darah (Akbara) Solo terbakar pada Senin (3/4/2023) siang. Kebakaran terjadi di ruang kecil berukuran 2 meter x 4,5 meter.
Humas Akbara Solo, Dedi Cahyo Nugroho menuturkan kebakaran diketahui saat adanya kepulan asap sekira pukul 13.30 WIB.
“Kami mendengar laporan kebetulan ini tempatnya lantai 3. Sebelah terpakai untuk ruang perkuliahan, teman-teman saat jam kuliah melihat ada kepulan asap,” ujar Dedi kepada MettaNEWS.
Gudang berisi peralatan perkuliahan tersebut terbakar hingga menyebabkan ruangan sekitarnya menghitam akibat kepulan asap tebal.
“Dari mahasiswa melaporkan ke bagian satpam kemudian kami memberikan informasi warning emergency kita nyalakan kemudian berangsur teman-teman kita arahkan turun. Ternyata yang terbakar gudang, tempat penyimpanan jas lab, pakaian atribut mahasiswa, sepatu,” tuturnya.
Mengetahui ada kebakaran, mahasiswa Akbara dengan sigap memadamkan api dengan menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan).
“Terjadi sekitar pukul 13.30 kurang lebih, karena posisinya dekat kamar mandi kemudian yang dari bawah berangsur naikkan aparnya. Mahasiswa malah ngiranya simulasi pelajaran. Ngga ada suara ledakan juga,” imbuh dia.
Beruntung dalam waktu singkat sekitar 15 menit, api berhasil jinak. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun beberapa peralatan perkuliahan hangus terbakar.
“Posisi kebakaran langsung mengkondisikan, jadi karena salah satu program studi kami manajemen penanggulangan bencana. Jadi mahasiswa langsung tahu, ketika naik langsung menyiapkan perlengkapan ember kain. Setelah setengah 2 api berhasil padam kurang lebih 10 sampai 15 menit,” jelas Dedi.
Tidak Ada Korban Jiwa Saat Kebakaran Gudang Akbara

Meski api berhasil padam. Satu unit mobil pemadam kebakaran juga turun tangan dalam insiden ini. Petugas kemudian membantu pendinginan dengan cara memecahkan jendela agar air bisa masuk.
“Kalau terlalu lama bisa mrembet ke ruang sebelah ini kan ada panel listrik. Untungnya berhasil mahasiswa padamkan dan setelah padam Damkarnya datang untuk pendinginan lewat jendela. Dipecahkan biar air bisa mengalir,” terangnya.
Saat kejadian, tidak ada aktivitas di dalam gudang. Belum diketahui secara pasti apa penyebab kebakaran. Namun pihaknya menduga adanya korsleting dan suhu ruangan yang panas.
“Korban jiwa nggak ada, karena posisinya memang tidak dekat dengan aktivitas dan tidak ada orang yang ke sini. Ini hanya tempat penyimpanan saja, kalau korban jiwa luka-luka ngga ada juga. Kerugian belum bisa menghitung tapi yang jelas ini hanya sisa-sisa tahun ajaran lama,” pungkasnya.
Beruntung api dapat dipadamkan sehingga tidak meluas den menimbulkan kerugian lebih banyak.
Terpisah, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Kadamkar) Sutarjo mengatakan, sebanyak 3 unit mobil kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api.
Kemudian tim pemadam menyemprotkan air dari luar dengan satu unit mobil. Beberapa petugas juga masuk ke dalam gudang untuk memandu penyemprotan.
“Penyebabnya kami juga tidak tahu. Kerusakan bangunan dan korban luka tidak ada,” ujarnya.








