SOLO, MettaNEWS – Politeknik Akbara Solo menggelar upacara peringatan ke-78 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Upacara menjadi menarik, karena mengusung tema Pemilu damai. Juga “menghadirkan” tokoh-tokoh yang berlaga di pemilihan Presiden.
Dari pengamatan MettaNews, upacara di kampus Politeknik Akbara di Mojosongo, Jebres, Solo itu berlangsung khidmat seperti di tempat lain. Pesertanya selain civitas academica, juga mengajak warga Griya PMI Peduli dan Bahagia.
Direktur Politeknik Akbara, dr. Titis Wahyuono mengatakan, kampusnya memang dilahirkan oleh PMI Kota Solo. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan tenaga terampil PMI dan fasilitas medis lainnya, seperti operator transfusi darah dan manajemen kebencanaan.
Baca Juga: Bekali Bela Diri Karate, Akbara Solo Tingkatkan Produktivitas Tenaga Kerja Tangguh
“Upacara hari ini kami juga mengundang Griya PMI Peduli yang merawat sekitar 100 pasien gangguan kejiwaan. Juga Griya Bahagia yang menampung sekitar 34 lansia. Mereka kami ajak menikmati kemerdekaan, hasil perjuangan para pahlawan di masa lampau,” ujarnya.
Politeknik Akbara Serukan Pemilu Damai
Tentang upacara, Titis memaparkan di tahun politik menjelang Pemilu 2024, pihaknya ingin menyerukan pentingnya Pemilu damai. Tentunya, dalam pesta demokrasi tersebut, PMI tetap akan menjadi institusi netral dari segala aktivitas politik.
Hal senada dikatakan Sekretaris PMI Kota Solo, Sumartono Hadinoto yang hadir di upacara tersebut. Menurutnya, menjelang tahun politik ini, PMI harus menegaskan kembali tujuh asas kenetralan.
“Netralitas sangat penting, meski sebagai warga negara sipil kita semua mempunyai hak pilih. Ini merupakan hak masing-masing sesuai dengan aspirasi. Perbedaan pilihan bukan masalah untuk kami yang menjunjung kebhinekaan,” tandas Sumartono Hadinoto.
Tokoh Capres Berorasi
Dalam upacara ini para petugas upacara menggunakan topeng berwajahkan para tokoh capres, cawapres dan juga tokoh politik yang turut terlibat dalam pelaksanaan pemilu di tahun 2024 mendatang.
Baca Juga: Mahasiswa Akbara Belajar Teknik Penyelamatan Urban SAR di Basarnas
Terdapat beberapa topeng yang berwajah Ganjar Pranowo, Erick Tohir, Prabowo Subianto, Surya Paloh, Anis Baswedan dan beberapa tokoh lain.
Bergantian, para petugas yang memakai topeng tersebut berorasi mengenai Pemilu yang akan datang dan berharap jangan sampai ada perpecahan karena pemilu.
Setelah selesai upacara, para petugas yang menggunakan topeng tokoh nasional tersebut berfoto dengan bendera Merah putih yang terbentang dan kedua tangan terlihat mereka memegang satu tiang bendera.
Harapannya, dari terselenggaranya acara ini dapat menunjukkan kebersamaan dan kedamaian untuk menyambut Pesta Demokrasi di 2024 mendatang








