SOLO, MettaNEWS – Pembagian uang Rp 100.000 dari Rumah Sedekah Dhuafa Manahan Solo berakibat pada antrean panjang dari lampu merah Jalan MT Haryono Manahan Banjarsari Solo hingga Dinas Perhubungan (Dishub) Jumat (2/12/2022).
Pantauan MettaNEWS di lokasi, ribuan warga ini berasal dari berbagai kalangan muda hingga tua. Adapula segerombolan ojek online (ojol) yang terus berdatangan. Mereka rela mengantre di tengah teriknya matahari sejak pukul 09.00 WIB. Antrean semakin panjang ketika memasuki waktu siang hari.
Di antara ribuan antrean itu, warga asal Nusukan Siska (25) rela antre bersama buah hatinya yang berumur 4 tahun sejak pukul 09.30 WIB. Kepada MettaNEWS Siska mengaku mendapat informasi adanya pembagian uang Rp 100.000 ini lewat grup WhatsApp.
“Syaratnya bawa KTP satu keluarga 2 orang, ini juga ngajak uti. Antrean jam setengah 10 belum serunyam ini, tadi kan antreannya rapi tapi setelah salat Jumat antrean yang belakang pada maju akhirnya nggak rapi lagi,” ujar Siska kepada MettaNEWS, Jumat (2/12/2022).
Berdasar informasi yang beredar panitia pembagian uang Rp 100.000 ini rencananya dibuka pada pukul 13.00 hingga 16.00 WIB. Namun lantaran banyaknya antrean warga pembagian pun diundur. Terlihat Kepala Polresta Solo, Kombes Pol Iwan Saktiadi datang mengatur antrean.
Kombes Pol Iwan menyerukan agar warga tetap tertib dan rapi dalam mengantre.
“Bapak-bapak ibu-ibu nuwun sewu, saya mewakili yang donasi mohon bersabar. Ini kan sifatnya donasi mohon sabar dan agak mundur biar nggak ada yang kegencet ini di depan ada ibu-ibu sama mbah-mbah, semua pasti kebagian,” ujar Kombes Pol Iwan saat memberikan imbauan lewat pengeras suara.
Perlahan antrean mulai sedikit tertib. Nampak ribuan warga tersebut mulai mundur dan menata barisan.
Namun akibat antrean donasi ini lalu lintas di Jalan MT Haryono Manahan tersendat. Banyak kendaraan roda dua maupun empat terpaksa memutar balik lantaran ruas jalan penuh dengan ribuan orang ini.
Sementara itu, salah satu driver ojol, Kini (43) mengaku tertarik ikut antre bersama rekan-rekannya seprofesi.
“Tadi lewat sini karena habis nganter penumpang terus lihat kok ramai sekali, saya penasaran terus tanya-tanya, ternyata ada pembagian duit Rp 100 ribu, saya ikut” ujarnya.
Telah mengantre selama 2 jam, Kino pun rela mematikan aplikasi akun ojolnya agar bisa fokus mengantre.
“Rencananya tetap mau antre sampai dapet (uang Rp 100 ribu) karena kan dibela-belain nggak ngojek ini. Syaratnya kan juga gampang cuma bawa KTP apalagi nggak harus Solo. Tapi ya lihat situasi juga seperti apa antreannya,” tukasnya.
Donasi uang Rp 100.000 ini pertama kali dilakukan di tahun pertama Rumah Sedekah Dhuafa PT Sha ada di Solo. Setiap harinya rumah sedekah tersebut membagikan makan minum gratis mulai pukul 10.00-16.00 WIB.








