SOLO, MettaNEWS –Hari pertama pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat TK, SD dan SMP untuk jalur zonasi dan perpindahan di Kota Solo pada hari ini, Senin (3/7/2023) diwarnai kerumitan.
Dinas Pendidikan Kota Solo sebagai penyelanggara PPDB pun dibuat kewalahan karena banyaknya pendaftar jalur zonasi dari luar kota yang mencapai 1000 orang.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Solo, Abdul Haris Alamsyah mengakui banyaknya pendaftar hari ini melebihi kapasitas dan tidak sesuai dengan prediksi. Sebab jika dibandingkan tahun lalu jumlah pendaftar jalur zonasi dari luar kota hanya sampai 200-an peserta. Itu artinya di tahun ini meningkat menjadi 5 kali lipat.
“Asumsi kita tahun kemarin yang daftar nggak banyak sekitar 200-an. Yang datang 1000-an tadi ruwet. Akhirnya kami segera ambil solusi untuk luar kota biar ke sekolah. Monggo mau yang dekat atau yang dituju,” terangnya.
Akibat kerumitan ini, Dinas Pendidikan Kota Solo mengatur registrasi dan verifikasi akun PPDB dilakukan di sekolah yang dituju. Hal ini bertujuan untuk mengurai banyaknya antrean.
“Pokoknya Disdik memfasilitasi menyiapkan aplikasinya setengah jam kita spelling 1,5 jam. Setelah jam 12 datang ke sekolah atau besok pagi kalau sudah longgar,” terangnya.
Abdul menyebut kebanyakan pendaftar jalur zonasi luar kota berasal dari daerah Sukoharjo yang lebih memilih bersekolah di perbatasan di Kota Solo.
Lebih lanjut pendaftar jalur zonasi dari luar kota pun bisa mendapatkan kesempatan untuk diterima apabila kuota dalam kota sudah terpenuhi.
“Peningkatan luar biasa untuk yang luar kota, nggak ada jatah-jatahan. Nanti kalau masih ada kuota itu luar kota bisa masuk kalau yang sudah terisi dalam kota ya sudah karena kebijakannya begitu. Nggak ada persenan, tinggal berapa sekolah yang belum terisi atau istilahnya kekurangan murid bisa daftar bersamaan,” paparnya.
Orangtua Pendaftar PPDB Mengeluh
Salah satu orangtua murid asal Kabupaten Sukoharjo mengeluh akan banyaknya antrean dan tahapan registrasi serta verifikasi akun pendaftaran PPDB hari ini.
“Terlalu banyak antrean jadinya dipindah ke sekolah yang dituju. Tadi kan mau konfirmasi bikin akun dari pihak sekolahan disuruh ke sini katanya sini sudah terlalu penuh dari pihak Dinas Pendidikan kan sudah dibagi-bagi yang ke sekolah yang dituju,” terangnya.
Diakuinya akun pendaftaran siswa PPDB jalur zonasi luar kota sangat sulit jika dibandingkan pendaftar dari dalam kota.
“Iya kita kan luar kota kalau dari dalam kota mungkin mudah. Saya dari Sukoharjo prosesnya panjang, dari SDN Mijipinilihan Grogol mau masuk ke SMPN 11 Solo masuk zonasi. Ke sini harus verifikasi disuruh ke SMPN 11 Solo buat memastikan akunnya bisa atau belum,” katanya.
Alasan dipilihnya SMPN di Kota Solo lantaran jarak tempat tinggal yang lebih dekat jika dibandingakan dengan SMPN yang ada di Kabupaten Sukoharjo.
“Nggak masukin ke Sukoharjo karena cari yang lebih dekat, Sukoharjo malah jauh. Kalau ke SMPN 11 Solo 2 KM an kalau Grogol 3 KM, tapi zonanya masuk Grogol karena satu wilayah, SDN Mijipinilihan Serengan, Solo alamat kita yang Sukoharjo,” pungkasnya.
Calon peserta didik diberi kesempatan melakukan registrasi dan verifikasi hingga Kamis (6/7/2023) untuk melanjutkan tahap selanjutnya yakni pendaftaran.
Pada tahap pendaftaran yang hanya berlangsung 4 hari mulai 4-7 Juli ini, calon peserta didik diberikan kesempatan 1 kali ganti pilihan apabila tidak diterima pada pilihan sekolah yang jadi tujuan utama. Setelah semua tahapan itu, tibalah pengumuman yang jatuh pada 11 Juli 2023. Kemudian peserta yang dinyatakan lolos bisa daftar ulang pada 11-12 Juli 2023.







