Mulai Tahun Ini, SDN 197 Sriwedari dan SDN Panularan Diregrouping, Tak Ada Lagi SD yang Terima 1 Murid saat PPDB

oleh
Regrouping
SDN 197 Sriwedari (kiri) dan SDN Panularan Solo (kanan) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Dinas Pendidikan Kota Solo merealisasikan regrouping atau penggabungan SDN 197 Sriwedari dengan SDN Panularan Solo di Peneriman Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini.

Regrouping dua SD ini bertujuan untuk efisiensi anggaran pendidikan khususnya sekolah yang minim murid tiap ajaran baru. SDN 197 Sriwedari tak luput dari masalah ini. Pada tahun ajaran 2022/2023 sekolah yang berada di Jalan Kebangkitan Nasional Nomor 23, Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo bahkan hanya menerima satu murid saja.

“Insyaallah Sriwedari sudah (diregrouping) jangan dimasukin lagi (di PPDB tahun 2023). Sekolah yang besar juga kami regroup. SDN Kleco 1 dan SDN Kleco 2 kita regroup,” terang Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo, Dian Rineta.

Terpisah Penanggung Jawab PPDB SDN Panularan Solo, Dwi Purnomo menjelaskan tidak ada penambahan kuota pada PPDB tahun ini. Meski regrouping dengan SDN 197 Sriwedari mulai diterapkan.

“Pelaksanaannya seperti biasa karena memang pada dasarnya pelaksanaan PPDB sama seperti tahun-tahun kemarin. Tidak ada penambahan kuota karena intinya di Sriwedari tahun ini sudah tidak menerima pendaftaran. Karena tidak yang mendaftar,” terang Dwi kepada MettaNEWS, Selasa (4/7/2023).

Lebih lanjut, adanya regrouping tidak mempengaruhi PPDB di SDN Panularan. Sehingga siswa yang utamanya akan mendaftar di SD tersebut pun tetap berada di posisi aman.

“Daya tampung Panularan 56 paralel 2 maksimal 28. Siswa SDN Sriwedari KBM-nya rencana dari Dinas Pendidikan pindah ke sini. Untuk secara regulasinya kita belum menerima laporan secara real,” paparnya.

Terkini pihaknya telah menerima 32 siswa yang mendaftarkan diri ke SDN Panularan. Menurutnya animo pendaftar tetap tinggi dan tidak ada penurunan di PPDB tahun ini.

“Animo saya kira biasa ada regrouping Sriwedari ataupun enggak sama saja. Tidak begitu berpengaruh dan alhamdulillah kalau peningkatan kita ada sejak tahun kemarin.  Sempat penurunan sedikit tapi tidak signifikan kembali normal,” jelas dia.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 197 Sriwedari, Bambang Suryo Riyadi menyebut ada 35 siswa yang nantinya akan diregrouping ke SDN Panularan. Segala persyaratan pun telah dipenuhi untuk bisa meregrouping sekolah yang ia pimpin.

“Regrouping dimulai tahun ini. Total ada 35 siswa yang nanti diregrouping ke SDN Panularan. Penyerahan aset juga sudah begitu pula dana BOS semester 1 juga sudah dicairkan,” terangnya.

Selain meregrouping siswa, 6 guru SDN 197 Sriwedari juga akan mengajar di SDN Panularan mulai tahun ajaran 2023/2024.

“Jumlah gurunya ada 6 nanti ditempatkan di SDN Panularan tahun ajaran baru. Bulan Agustus mau ditata semuanya, guru sama anak-anak boyongan,” bebernya.

Minimnya jumlah penduduk di sekitar SDN 197 Sriwedari menjadi sebab mengapa sekolah ini harus diregrouping dengan SDN Panularan. Pihaknya berharap dengan cara ini kualitas pendidikan di Kota Solo bisa semakin baik.

“Bukan sepi peminat tapi karena situasi yang jauh dari perkampungan lingkungan perhotelan toko pasar. Jadi di sana ada kampung tua tidak ada anak-anak. Sebelum saya masuk itu sudah turun sudah sejak lama, jadi akhirnya diregrouping,” pungkasnya.