SOLO, Metta NEWS – Agenda tahunan yang masuk dalam rangkaian peringatan HUT Kota Solo, Festival Jenang tahun ini akan diadakan. Meskipun masih dalam kondisi pandemi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Solo, Aryo Widyandoko menjelaskan kegiatan Festival Jenang akan disesuaikan dengan kondisi saat ini.
“Festival Jenang ada, nanti akan kita geser ke tanggal 19 Februari biar tidak menumpuk di tanggal 17,” jelas Aryo, ketika ditemui di Balai Kota Solo, Selasa (08/02/2022).
Persiapan untuk gelaran yang sudah berjalan 10 tahun ini terus dilakukan. Usai melakukan pertemuan dengan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming, Rabu (09/02/2022), Ketua Dewan Pembina Yayasan Jenang Indonesia, Slamet Rahardjo mengatakan, tahun ini akan ada perayaan untuk memperingati satu dasawarsa pelaksanaan Festival Jenang Solo.
“Mas Wali sangat mendukung kegiatan-kegiatan budaya seperti ini. Tahun ini tepat 1 dasawarsa Festival Jenang. Rencananya mulai 2023 nanti kami akan mengusung sebuah festival yaitu Festival Jenang Nusantara, kami juga akan merencanakan pembuatan buku Gastronomi Jenang Nusantara,” papar Slamet Rahardjo.
Melihat masih dalam kondisi pandemi, Slamet mengatakan pada perayaan Festival Jenang Solo dalam rangkaian perayaan HUT Kota Solo ke 277 ini akan diadakan secara sederhana di kawasan Ngarsopuro.
“Kita hanya seremoni kecil saja dan kita hanya berbagi jenang kepada tokoh-tokoh di Solo yang setiap hari mengawal kota ini dan masyarakat Solo,” jelasnya.
Berbeda dari tahun sebelumnya, untuk kali ini jumlah jenang yang dibagikan hanya berjumlah puluhan. Jenang akan dibagikan menggunakan takir dari daun pisang.
“Untuk jenis jenangnya masih kita rumuskan kembali karena kita mempunyai 22 jenis jenang di mana 22 jenang itu 17 diantaranya untuk mengiringi perpindahan Keraton Solo pada waktu itu,” terang Slamet.
Tak hanya jenis jenang, Slamet mengatakan belum mempunyai tema besar untuk 1 dasawarsa Festival Jenang Solo ini.
“Tema yang kami angkat adalah semangat untuk kebersamaan di tengah pandemi melalui filosofi jenang,” ujar Slamet.
Pada kegiatan tersebut Slamet menuturkan juga akan ada sarasehan yang membahas serta mengolah tentang metamorfosa jenang. Ia juga berharap, para pengusaha milenial juga bisa menjadikan jenang sebagai produk pangan yang kekinian.
“Yang kita harapkan nanti Mas Wali bisa memberikan semangat untuk pelaku usaha milenial me-make over jenang tradisional menjadi produk kekinian, dari sesaji menjadi sajian,” pungkasnya.







