SOLO, Metta NEWS – Perubahan situasi akibat varian Omicron berpengaruh pada kegiatan-kegiatan yang mulanya akan diadakan di Solo. Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Solo Retno Wulandari menjelaskan, beberapa kota besar yang level PPKM nya kembali naik menjadi level 3 membatalkan event-event yang sedianya digelar di Kota Solo.
“Kalau dari sektor perhotelan ada beberapa event yang memang terpending terutama dari daerah-daerah yang kembali jadi level 3. jadi kunjungan-kunjungan yang sedianya sudah dijalankan jadi di cancel lagi,” papar Retno, Rabu (09/02/2022) di The Sunan Hotel Solo.
Retno menyebut dengan situasi ini selain pariwisata akan mengalami penurunan, okupansi hotel juga akan terkoreksi terlebih bulan Januari dan Februari adalah low season untuk dunia perhotelan.
“Kita harus punya tidak hanya single skenario untuk merespon situasi pandemi ini. Namun apapun situasinya promosi harus tetap dilakukan tentu dengan beradaptasi dengan situasi baru,” tegas Retno.
Meskipun beberapa event dari pusat harus terpending, Retno menyebut kebijakan Pemerintah Kota untuk tetap menjalankan agenda event tahunan adalah langkah yang tepat.
“Jadi jangan tidak melakukan apa-apa. Saat seperti ini waktunya genjot promosi dengan konten. Jadi bagaimana kita bisa menyesuaikan konten agar Kota Solo ini harus tetap ada di dalam top of mind wisatawan atau masyarakat Indonesia,” tandas Retno.
Dengan promosi digital, lanjut Retno, harus menceritakan, mengkomunikasikan tentang Solo seperti destinasi, fasilitas serta kesiapan Kota Solo.
“Kedatangan wisatawan itu ada dream dulu, faktornya kan tidak orang tiba-tiba datang, mereka sudah punya ‘dream’ masing-masing, nah tempat kunjungan impian itulah kita harus masuk. Solo harus ada dalam top of mind wish list kunjungan mereka ketika situasinya sudah memungkinkan,” ujar Retno.
Retno menambahkan, narasi positif Kota Solo harus disampaikan dalam situasi apapun.
“Apapun kondisinya harus kita komunikasikan. Narasi positif Kota Solo ini yang harus kita komunikasikan dalam situasi apapun. Sehingga ini akan menjadi simpanan catatan di dalam benak wisatawan atau siapapun yang akan datang ke Kota Solo,” pungkas Retno.








