SOLO, MettaNEWS – Universitas Slamet Riyadi (Unisri) mengukuhkan Nanik Suhartatik sebagai Guru Besar dalam bidang Mikrobiologi Pangan, Fakultas Teknologi dan Industri Pangan, Rabu (15/4/2026).
Pengukuhan yang berlangsung di auditorium kampus tersebut menjadi penguatan kapasitas akademik di lingkungan UNISRI.
Dalam orasi ilmiahnya, Prof Nanik menegaskan bahwa pengukuhan guru besar bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi amanah untuk terus berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat.
Ia mengangkat tema implementasi Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) Plus dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang saat ini menjadi perhatian publik. Menurutnya, program MBG memiliki dimensi sosial yang kuat sekaligus menuntut tata kelola produksi pangan yang berkualitas.
“Program ini merupakan upaya strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi. Namun, keberhasilannya juga sangat ditentukan oleh keamanan dan mutu pangan,” ujarnya.
Prof Nanik menekankan pentingnya penerapan CPPOB atau Good Manufacturing Practices (GMP) serta sistem Hazard Analysis and Critical Control Points dalam setiap tahapan produksi pangan, mulai dari bahan baku hingga distribusi.
Ia menjelaskan, pangan yang aman adalah pangan yang tidak menimbulkan dampak kesehatan bagi konsumen jika diolah dan dikonsumsi sesuai aturan. Hal itu mencakup bebas dari kontaminasi biologis seperti bakteri patogen, kontaminasi kimia seperti residu pestisida atau logam berat, serta kontaminasi fisik seperti benda asing.
Menurutnya, standar keamanan pangan tersebut harus menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan program MBG agar benar-benar menghasilkan makanan yang sehat, aman, dan berkelanjutan, terutama bagi anak-anak sebagai kelompok utama penerima manfaat.
Sementara itu, Rektor UNISRI, Prof. Dr. Sutoyo, menyampaikan rasa syukur atas pengukuhan tersebut. Ia menilai, kehadiran guru besar baru akan memperkuat kualitas akademik kampus, khususnya di Fakultas Teknologi dan Industri Pangan.
“Ini menjadi langkah penting untuk memperkuat UNISRI, baik secara akademik maupun non-akademik. Fakultas Teknologi Pangan ini guru besar yang pertama,” kata Prof. Sutoyo.
Ia menambahkan, saat ini UNISRI telah memiliki sepuluh guru besar dan ke depan menargetkan setiap program studi memiliki guru besar guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia, proses pembelajaran, serta hasil riset.
“Harapannya SDM semakin kuat, pembelajaran semakin baik, dan riset terus berkembang,” pungkasnya.







