SOLO, MettaNEWS – Reuni Perak alumni SMA Negeri 1 Surakarta (Smansa) angkatan 2001 atau Kasmaji 2001 menjadi lebih dari sekadar ajang temu kangen.
Pada reuni akbar yang digelar di Ndalem Wuryoningratan Solo, Sabtu (30/5/2026), para alumni meluncurkan gerakan “Solo Kota Reuni”. Sebuah inisiatif yang bertujuan menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan Solo Raya.
Peluncuran gerakan tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam Reuni Perak Kasmaji 2001 yang mengusung semangat refleksi, silaturahmi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Melalui program ini, Kasmaji 2001 berupaya mengoptimalkan potensi daerah dengan mengolaborasikan destinasi wisata, UMKM, kuliner, hingga sektor perhotelan dalam satu ekosistem yang saling mendukung.
Ketua Panitia Reuni Perak Kasmaji 2001 Ferry Septa Indrianto, mengatakan bahwa reuni tidak boleh berhenti pada nostalgia semata.
Ketua Kasmaji 2001 ini juga menyebut, momentum berkumpulnya para alumni harus mampu menghasilkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Momentum ini kita ingin mengembalikan esensi reuni. Bukan tentang pameran siapa kita, tetapi menyambung kembali hubungan yang pernah terjalin. Yang terpenting bukan sekadar berhasil atau tidaknya reuni, tetapi apa yang bisa dilakukan setelahnya,” urainya.
Sebagai bentuk implementasi gagasan tersebut, Kasmaji 2001 meluncurkan dua program strategis, yakni Kasmaji Connection 2001 dan gerakan Solo Kota Reuni. Melalui program ini, para alumni membangun wadah kolaborasi yang diharapkan mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi secara berkelanjutan.
Ferry menjelaskan, salah satu fokus utama gerakan Solo Kota Reuni adalah meningkatkan daya tarik wisata Solo Raya melalui penciptaan paket-paket wisata kreatif yang menghubungkan Kota Solo dengan daerah penyangga seperti Karanganyar, Klaten, dan Boyolali.
Menurutnya, inovasi tersebut lahir dari kondisi masih rendahnya rata-rata lama tinggal wisatawan di Solo yang saat ini berada di angka sekitar 1,3 hari.
“Saat ini length of stay wisatawan di Solo masih 1,3 hari. Karena itu diperlukan penciptaan nilai tambah agar wisatawan memiliki alasan untuk tinggal lebih lama dan menikmati berbagai potensi yang ada di Solo Raya,” katanya.
Ferry menambahkan, keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya ditentukan oleh banyaknya destinasi atau kekayaan sumber daya alam, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam membangun nilai dan pengalaman yang menarik bagi wisatawan.
Peluncuran Solo Kota Reuni mendapat apresiasi dari Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, yang hadir dalam acara tersebut. Ia menilai gerakan yang digagas alumni Smansa itu sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Surakarta dalam memperkuat posisi Solo sebagai kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).
“Peluncuran Solo Kota Reuni menunjukkan jejaring alumni Smansa telah sukses di berbagai bidang. Saya optimistis gerakan ini akan memberikan banyak dampak positif bagi Kota Solo, terutama dalam menggerakkan ekonomi melalui dampak sosial dan pengabdian masyarakat,” beber Astrid.
Menurut Astrid, Solo memiliki berbagai fasilitas penunjang kegiatan pertemuan dan konvensi yang dapat menjadi modal kuat untuk mendukung gerakan tersebut.
Reuni Perak Kasmaji 2001 berlangsung meriah sejak pagi hari. Kegiatan diawali registrasi alumni berbasis barcode, penampilan Tari Gambyong, sesi dialog “Sambung Rasa” bersama guru dan Kepala SMAN 1 Surakarta Dra. Herawati, M.Pd, hingga pemaparan materi “4 Pilar” oleh Aryo Pandu Baskoro dan Didik “Kriyip” Setiawan.
Acara semakin semarak dengan bazar UMKM alumni bertajuk “Ayo Booth’e Kancane Dilarisi”, pembagian doorprize, sesi foto bersama, serta penampilan Owah Band yang menutup rangkaian kegiatan.








