1SOLO, MettaNEWS – Festival Jenang Solo tahun ke 11 berlangsung meriah di koridor Ngarsapura, Jumat (17/2/2023). Mengangkat tema Pusaka Rasa Nusantara, Festival JenangĀ ini masuk dalam rangkaian Hari Jadi Kota Solo ke 278 tahun.
Ketua Panitia Festival Jenang 2023 Heru Mataya menjelaskan ini menjadi salah satu festival yang berlangsung secara akbar setelah pandemi. Yang melibatkan masyrakat begitu banyak.
“Meskipun ini tradisi tahunan tapi tahun ini antusiasme masyarakat sangat luar biasa.
Tahun ini dari segi peserta juga sangat luar biasa. Ada 110 peserta dari lembaga, komunitas, dari PKK se Surakarta terlibat dalam kegiatan ini,” kata Heru usai pembukaan Festival Jenang, di koridor Ngarsapura.
Menandai pembukaan Festival Jenang, Wakil Wali Kota Teguh Prakosa menerima Irus atau centong kayu dari Ketua Yayasan Jenang Indonesia Slamet Rahardjo.
Usai pembukaan, ribuan masyarakat yang sudah berkumpul sejak pagi hari langsung menyerbu jenang yang sudah siap pada 110 stan.
Heru mengungkapkan setiap stan peserta menyediakan 150 takir jenang. Tidak sampai 20 menit ribuan jenang tersebut habis dibagi pada masyarakat.
“Kira-kira sebanyak 20 ribu jenang dibagikan pada masyarakat hari ini,” tutur Heru.
Mengangkat tema Pusaka Rasa Nusantara kami ingin mengenalkan selain Solo, kota-kota se Nusantara mempunyai jenang khas daerahnya. Kita perkenalkan saat ini. Dan ini menjadi bagian kita dalam melestarikan jenang nusantara sebagai pusaka budaya nusantara,” papar Heru.
Berbeda dari tahun sebelumnya, kali ini ada Pasar Jenang yang menjual produknya di Pamedan Pura Mangkunegaran.
“Kami menggandeng penjual jenang di Surakarta untuk berkolaborasi dengan event ini. Ini salah satu upaya untuk membangkitkan ekonomi kreatif. Pada masa yang cukup berat ini. Kami optimis bisa berinovasi dan melakukan hal-hal baik untuk kota Solo,” ungkapnya.
Pasar Jenang menggandeng 27 stand untul berpartisipasi. Rencananya, kata Heru, pasar jenang akan berlanjut rutin setiap 35 hari sekali.
300 Anak Sekolah Memarut Kelapa

Kelapa parut menjadi salah satu bahan utama pada pembuatan jenang. Pada Festival Jenang kali ini lebih menarik dengan 300 anak sekolah SD dan SMP yang memarut kelapa bersama. Mereka menggunakan alat parut tradisional.
“Tradisi marut ini sebenarnya sudah langka. Dan anak-anak tidak mengenal apa itu marut kelapa. Dengan festival jenang ini kita upayakan lagi. Kita ingin mengedukasi pada anak-anak sekolah juga bahwa tradisi marut itu ada pada masa lalu dan masa kini. Tapi kita coba kembalikan lagi, mengenalkan lagi biar mereka mengenal tradisi marut yang penting dalam pembuatan kuliner jenang,” papar Heru.
Festival Jenang 2023 juga menampilkan pentas kesenian dari sekolah-sekolah.
“Tradisi Festival Jenang dengan menghadirkan jenang-jenang khas daerah terus kita lestarikan. Juga jenang kreasi baru kita upayakan terus berkembang,” pungkas Heru.








