SOLO, MettaNEWS – Dinas Pendidikan Kota Solo meniadakan kegiatan belajar mengajar (KBM) dan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Lantaran beberapa sekolah Kota Solo menjadi lokasi pengungsian korban banjir, Jumat (17/2/2023). Ada 7 sekolah dasar (SD) yang digunakan untuk mengungsi yakni SD Kalangan, SD Dadapsari, SD Gandean, SD Muhammadiyah 6 Kampung Sewu, SDN Wiro Paten, SD Muhammadiyah 18 dan SDN Joyotakan.
“Ada 7 SD yang tadi pagi yang menampung pengungsi. Kalau memang yang sekolahnya tidak apa-apa tapi rumahnya terdampak banjir saya izinkan untuk minta PJJ. Jadi semuanya kita permudah, kalau memang dia terdampak banjir ya kita PJJ. Termasuk gurunya bisa WFH (Work From Home-red),” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo, Dian Rienetta di Solo Safari, Jumat (17/2/2023).
Dian mengatakan salah satu sekolah yakni SMPN 6 Solo terkena banjir. Selain itu TK Pembina Jebres juga langsung diliburkan. Kondisi SMPN 6 saat ini mencapai ketinggian satu jengkal. Dian mengatakan kondisi ini masih lumayan aman termasuk buku-buku dan arsip.
“Kalau SMP 6 itu termasuk langganan. Dan insyaallah 2024 kita target prioritas pembangunan ya. Jadi untuk barang-barang elektronik sudah tidak ada yang di lantai bawah. Sudah dinaikkan semua,” tukasnya.
Selain sekolah, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka akan mendirikan tenda pengungsian dan juga memanfaatkan gedung kelurahan untuk lokasi mengungsi korban banjir.
Gibran menjamin kebutuhan warga yang mengungsi seperto air bersih, bahan makanan dan obat-obatan terpenuhi.
“Yang jelas sekolah-sekolah kelurahan semua kita gunakan semua untuk pengungsian. Itu di jalan-jalan karena belum mendapat tempat yang jelas tempat-tempat yang sudah kita sediakan semuanya sudah lengkap, air bersih makan minum, obat-obatan.Harusnya semoga siang ini surut,” kata Gibran.








