SOLO, Metta NEWS – Jumlah kasus aktif paparan Covid-19 di Solo hingga Selasa (08/02/2022) mencapai 878 orang. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta dr. Siti Wahyuningsih, memungkinkan kurang dari sepekan angka paparan Covid-19 ibi bisa tembus di angka 1000 penderita.
“Jadi angkanya kita sekarang 878 kasus aktif. Seperti kita ketahui kasus ini meningkatnya sangat cepat meskipun fatality rate nya rendah,” ungkap Siti ketika ditemui mettanews.id di ruang kerjanya, Rabu (09/02/2022).
Siti melihat kemungkinan lonjakan kasus ini dari lima dan tiga hari terakhir ini yang secara signifikan langsung diangka 3 digit.
“Dan ini kemungkinan akan naik dalam 2 hingga 3 minggu kedepan, ini yang harus kita antisipasi. Melihat tren beberapa hari seperti ini biasanya naik lagi dalam dua hari,” paparnya.
Data angka paparan Covid harian Kota Solo hari Rabu ini tercatat terjadi kenaikan sebanyak 208 sehingga total kasus aktif per hari ini mencapai 878.
Tren kenaikan dalam waktu cepat ini, lanjut Siti karena begitu ada kasus yang terpapar Covid, tracing langsung dilakukan sehingga ketemu ‘buntut’ atau turunan dari induk kasus pertama tersebut.
“Rekomendasi dari kami tidak berubah adalah pengetatan protokol kesehatan karena penanganan Covid harus dari hulu sampai ke hilir,” tegas Siti.
Ia menyebut penanganan hulu ke hilir ini merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.
“Kasus terdeteksi setelah sampai hilir yang ditangani dengan dirawat atau isoman. yang penting jangan sampai terjadi, jadi hulunya harus kita mainkan adalah kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Kalau prokesnya tidak bagus ya melonjaknya akan makin cepat,” tandas Siti.
Dari klaster sekolah sendiri, lanjut Siti data hingga hari Rabu ini menjadi 41 sekolah dengan tambahan 2 sekolah yakni SD Begalon dan SMP N 14. Dari 41 sekolah tersebut tercatat 506 kasus baik dari dalam dan luar kota Solo.
“Dibanding varian Delta, yang ini penyebarannya lebih cepat. Di Solo sepertinya tidak melewati angka 50 langsung dari 60 ke 100 sekian, ini dua kali lebih cepat,” ungkapnya.
Siti menambahkan posisi BOR atau keterisian bed khusus Covid di rumah sakit mencapai 34% dari 496 bed.
“Artinya ini tidak menggambarkan secara keseluruhan karena jumlah tempat tidurnya juga turun. Kalau sesuai PMK (Peraturan Menteri Kesehatan) nomor 47 kan harusnya tersedia 834 bed, sekarang baru 496 bed,” pungkas Siti.








