SEMARANG, MettaNEWS — Iklim investasi di Jawa Tengah semakin menunjukkan daya tarik kuat di mata investor global. Terbaru, perusahaan kemasan kertas asal Tiongkok, PT Hoi Fu, resmi menanamkan investasi senilai Rp1,12 triliun di Kawasan Ekonomi Khusus Kendal.
Investasi ini diproyeksikan mampu menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja lokal, sekaligus memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu tujuan utama investasi di Indonesia.
Kepala DPMPTSP Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menyebut bahwa kondusivitas daerah menjadi faktor kunci meningkatnya kepercayaan investor asing.
“Stabilitas keamanan serta komitmen pemerintah daerah dalam menjaga iklim usaha menjadi nilai tambah. Ini yang membuat investor merasa aman untuk masuk ke Jawa Tengah,” terang Sakina, Senin (4/5/2026).
Ia menambahkan, komitmen tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Ahmad Luthfi yang terus mendorong terciptanya lingkungan investasi yang ramah dan kompetitif.
Berdasarkan data triwulan I 2026, realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai Rp23,02 triliun. Dari total tersebut, penanaman modal asing mendominasi dengan porsi sebesar 58 persen.
Pemerintah pun memberikan berbagai insentif untuk menarik investor, seperti tax allowance, tax holiday, hingga tax deduction, khususnya bagi pelaku usaha yang berinvestasi di kawasan ekonomi khusus. Selain itu, keberadaan administrator KEK juga mempermudah proses perizinan, sehingga investor dapat lebih fokus mengembangkan bisnisnya.
“Meski penanaman modal asing merupakan kewenangan pusat, kami tetap melakukan pendampingan dan membantu komunikasi dengan kementerian terkait jika ada kendala,” jelas Sakina.
Upaya lain yang dilakukan adalah menjalin komunikasi intensif dengan asosiasi dagang dari berbagai negara. Langkah ini dinilai efektif dalam membangun kepercayaan serta mendorong investor untuk merekomendasikan Jawa Tengah kepada pelaku usaha lainnya.
Groundbreaking proyek PT Hoi Fu telah dilaksanakan pada Sabtu (2/5/2026) dan dihadiri Susiwijono Moegiarso. Kehadiran investasi ini semakin memperkuat kinerja Kawasan Ekonomi Khusus Kendal sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah.
Secara kumulatif hingga triwulan I 2026, KEK Kendal mencatat realisasi investasi mencapai Rp101,93 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 117.941 orang. Kawasan ini juga berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal yang mencapai 9,00 persen secara tahunan.
Dengan tren positif ini, Jawa Tengah kian mengukuhkan diri sebagai destinasi investasi unggulan, sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat.








