SOLO, MettaNEWS – Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) sukses menggelar PMS Mahjong Tournament 2026 Mooncake Festival di The Park Mall Solo Baru, 18–20 September 2026. Turnamen tersebut mempertandingkan dua kategori, yakni Basic Mahjong dan Sistem Poin (Point).
Turnamen Mahjong ini diikuti peserta dari berbagai daerah, tidak hanya dari Solo Raya, tetapi juga Semarang, Yogyakarta, Jakarta, serta sejumlah kota lainnya. Panitia menyediakan kuota hingga 200 peserta untuk masing-masing kategori.
Wasit Turnamen Mahjong sekaligus Sekretaris PMS, Darmawan Saputra, mengatakan ajang tersebut menjadi salah satu turnamen Mahjong terbesar yang pernah digelar di Kota Solo hingga saat ini.
“Pada pertandingan PMS Open Tournament Mahjong kami buka untuk kategori Basic dan Poin. Para peserta selain berasal dari Solo juga berasal dari Semarang, Jogja, Jakarta dan kota-kota di sekitar Solo,” kata Darmawan.
Menurut dia, turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan permainan Mahjong kepada masyarakat secara lebih luas. Terlebih, permainan tersebut kini mulai berkembang dan menjadi tren di sejumlah kota besar.
“Pertandingan kali ini adalah event yang terbesar untuk turnamen Mahjong di Kota Solo sampai dengan hari ini. Bisa melihat bagaimana permainan Mahjong ini, ketentuan dan aturan mainnya, maupun kalau mau belajar tempatnya di mana,” ujarnya.
Darmawan menjelaskan, Mahjong juga memiliki nilai edukatif karena membutuhkan ketelitian, daya ingat, serta kemampuan mengolah memori. Permainan tersebut dapat dimainkan oleh berbagai kelompok usia, baik laki-laki maupun perempuan.
“Ini juga mengajarkan kepada kita ketelitian dalam bermain, kemudian juga daya ingat, memori dan ini berlaku untuk anak-anak maupun dewasa,” katanya.

Menariknya, rentang usia peserta dalam turnamen tersebut cukup lebar. Peserta termuda tercatat berusia 9 tahun, sementara peserta tertua berusia lebih dari 80 tahun.
“Pertandingan kali ini diikuti peserta mulai dari usia 9 tahun sampai dengan usia yang di atas 80 tahun. Jadi olahraga Mahjong ini bisa untuk segala usia, baik wanita, laki-laki, tua, muda, semua bisa bermain dan menikmati Mahjong,” jelas Darmawan.
Ketua Umum PMS, Sumartono Hadinoto, mengatakan penyelenggaraan Mooncake Mahjong Festival menjadi bagian dari upaya PMS mengembangkan Mahjong sebagai olahraga permainan sekaligus melestarikan budaya Tionghoa.
“Hari ini adalah hari terakhir final untuk kegiatan Mooncake Mahjong yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Masyarakat Surakarta,” ujar Sumartono.
Sumartono berharap Mahjong ke depan dapat masuk dalam pembinaan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Menurut dia, keinginan tersebut juga mendapat dorongan dari komunitas Mahjong di sejumlah daerah, termasuk Batam.
“Olahraga permainan Mahjong ini memang diharapkan akan segera bisa masuk di KONI. Sehingga kami pernah waktu dikontak oleh teman-teman di Batam, kepingin kalau bisa segera disosialisasikan kegiatan Mahjong ini,” katanya.
Saat ini, PMS juga telah menyediakan fasilitas untuk masyarakat yang ingin berlatih Mahjong. Sumartono menyebut terdapat 10 meja Mahjong yang digunakan untuk latihan secara rutin.
“Dan sekarang di PMS sudah ada 10 meja setiap harinya banyak yang latihan. Bahkan anak-anak muda kelihatannya mulai banyak yang tertarik,” tuturnya.
Menurut Sumartono, meningkatnya minat generasi muda menjadi salah satu perkembangan yang menggembirakan. Ia berharap semakin banyak anak muda di Solo mengenal dan memainkan Mahjong.
“Kalau kita lihat dari lomba beberapa hari ini sehingga kami betul-betul berharap olahraga ini selain melestarikan budaya karena ini adalah olahraga budaya Tionghoa juga menjadi salah satu yang masuk di keluarga KONI, sehingga olahraga ini semakin maju dan berkembang dan semakin mengajak banyak anak-anak muda generasi muda juga ikut meramaikan bermain Mahjong di Kota Solo,” ujarnya.

Turnamen yang berlangsung selama tiga hari tersebut mempertandingkan babak penyisihan hingga final. Berdasarkan jadwal panitia, kategori Basic menjalani sesi penyisihan pada 18–19 September, sedangkan kategori Point berlangsung pada 19 September. Babak semifinal Point dan final kedua kategori digelar pada Minggu, 20 September 2026, sebelum dilanjutkan dengan penyerahan hadiah.
Sumartono menambahkan, pengalaman PMS dalam membina cabang olahraga juga menjadi modal untuk mengembangkan Mahjong. Sebelumnya, PMS turut aktif dalam olahraga Wushu dan atlet-atletnya telah membawa nama Kota Solo dalam berbagai kejuaraan.
“Ini PMS sangat bersyukur karena bisa ikut serta ambil bagian beberapa olahraga yang sebelumnya adalah Wushu. Juga sekarang atlet-atlet Wushu PMS sudah bisa membawa nama, mengharumkan nama Kota Solo tentunya,” katanya.
Ia berharap pengembangan Mahjong di Solo ke depan dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing dalam berbagai kejuaraan.
“Kami nanti berharap untuk Mahjong ke depannya banyak pemain-pemain Mahjong Solo yang mempunyai kemampuan untuk menjadi juara-juara di setiap kejuaraan,” pungkasnya.










