Donor Darah HUT ke-94 PMS Lampaui Target, 300 Kantong Darah Terkumpul untuk PMI Surakarta

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) mengawali rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-94 dengan menggelar aksi donor darah di Gedung PMS, Sabtu (11/7/2026).

Kegiatan bertajuk “Wani Perih Nyumbang Getih Tanpa Pamrih” ini berhasil mencapai target dengan mengumpulkan 300 kantong darah lebih untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah di PMI Surakarta.

Sekretaris Umum PMS, Idayanti Willy Santosa, mengatakan kegiatan donor darah merupakan wujud nyata komitmen PMS untuk terus berbagi, berbakti, dan melayani masyarakat melalui aksi kemanusiaan.

“Donor darah ini kami selenggarakan sebagai wujud nyata semangat PMS untuk berbagi, berbakti, dan melayani dengan slogan Wani Perih Nyumbang Getih Tanpa Pamrih. Target kami 300 pendonor dan hari ini tercapai 300, bahkan mungkin lebih. Meski demikian, ada beberapa peserta yang belum bisa mendonor karena alasan kesehatan seperti tekanan darah yang tinggi,” jelasnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut menyukseskan kegiatan tersebut, di antaranya PMI Surakarta, Metta FM, Klinik Bhinneka, serta para sponsor seperti Toko Emas Ismoyo, Gondowangi, Konimex, dan CV Cakra Nusantara.
Menurut Idayanti, donor darah menjadi pembuka dari rangkaian kegiatan HUT ke-94 PMS yang akan berlangsung hingga Agustus 2026.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PMS, Iwan Sentosa Jasmoro, menjelaskan bahwa setelah donor darah, PMS akan menggelar cooking demo pada 15 Juli 2026, dilanjutkan seminar bertema “Menembus Kunci Regulasi dan Kepatuhan Pajak Baru”.

Iwan mengatakan seminar tersebut bertujuan membantu masyarakat memahami berbagai regulasi terbaru yang diterbitkan pemerintah, khususnya terkait pelaporan RUPS Perseroan Terbatas (PT) melalui sistem yang berlaku serta ketentuan perpajakan yang masih belum banyak dipahami.

“Melalui seminar ini kami ingin membantu menyosialisasikan berbagai aturan baru dari pemerintah yang mungkin belum banyak diketahui masyarakat, terutama terkait regulasi perusahaan dan perpajakan,” katanya.

Sebagai puncak peringatan HUT ke-94, PMS akan menggelar Eksebisi Karawitan pada 15 Agustus 2026. Kegiatan tersebut akan melibatkan berbagai kelompok atau paguyuban gamelan dari setiap kecamatan di Kota Surakarta sebagai upaya melestarikan budaya Jawa.

Menurut Iwan, dalam waktu dekat PMS akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Surakarta agar pelaksanaan eksebisi karawitan dapat berjalan optimal.

“Kami ingin ikut nguri-uri budaya. Gamelan saat ini mulai kurang dikenal oleh generasi muda. Padahal gamelan bisa dikolaborasikan dengan berbagai alat musik modern sehingga tetap relevan dan menarik bagi anak-anak muda,” ungkapnya.

Melalui rangkaian kegiatan HUT ke-94 tersebut, PMS berharap dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat, baik melalui aksi sosial, edukasi, maupun pelestarian budaya.

“Semoga seluruh rangkaian kegiatan HUT PMS ke-94 dapat berjalan lancar dan mendapat dukungan dari seluruh masyarakat,” pungkas Iwan.