Masjid Darussalam Bagikan 1.300 Porsi Bubur Samin Khas Kalimantan Selama Ramadan

oleh
Bubur samin
Pembagian bubur samin Banjar di Masjid Darussalam Jayengan Solo di hari pertama puasa, Kamis (23/3/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Masjid Darussalam Jayengan Solo kembali membagikan bubur samin khas Banjar, Kalimantan. Bubur yang ada saat bulan suci Ramadan saja.

Bubur ini miliki cita rasa berbeda dari olahan beras dengan rempah-rempah, daging, gula merah dan sayuran.

Maka tak ayal jika bubur ini mampu menyedot perhatian warga hingga luar kota. Pembagian bubur samin akan berlangsung setiap hari selama Ramadan berlangsung.

Meski pembagiannya usai salat Asar, warga sudah berdatangan sejak pukul 14.00 WIB. Salah satunya warga Banyumas Jawa Tengah, Eni Churutul Ainiyah (43).

“Kalau pulang kami sekeluarga usahakan kesini, rasanya beda ada khas tersendiri memang berpuluh tahun jadi adatnya. Gurih masakan khas Arab, pokoknya enak, setiap tahun ke sini. Jam 2 ke sini rela antre biar tetap kebagian, bawa 3 wadah,” ujar Eni.

Memasaknya sejak pagi, bubur ini akhirnya matang dan siap tersaji. Sebelum pembagian, terlebih dahulu didoakan. Setiap wadah berhak menerima dua centong bubur.

Ketua Takmir Masjid Darussalam, Rosyidi Muhdhor mengatakan ada 45 kilogram atau 1.300 porsi bubur yang siap untuk pembagian.

“Awalnya 15 kilogram jadi 47 kilogram jadi 1.300 porsi. 250 takjil kami tambah susu kurma 1.050 kami bagikan ke masyarakat yang membawa tempat sendiri,” ujar Rosyidi.

Pemerintah Kota Solo memberikan 1 ton beras untuk bahan baku bubur yang selama sebulan penuh saat Ramadan.

“Pembagian bubur samin melestarikan amaniah nenek moyang kita dari Kalimantan membagikan bubur Banjar Samin sampai saat ini,” ujar dia.

Sejarah Bubur Samin Banjir

Bubur ini awalnya hanya dibagikan ke internal Masjid Darussalam pada tahu. 1965. Hingga di tahun 1985 bubur ini kemudian dibagikan secara meluas.

“Bubur Banjar samin ini sudah ada sejak 1965 awalnya untuk intern masjid buka bersama lama kelamaan untuk umum. Makin banyak pendatang yang berbuka di masjid ini,” terang Rosyidi.

“Maka tahun 1985 diikrarkan bahwa bubur Banjar ini go public dibagikan ke masyarakat banyak. Sehingga sampai sekarang alhamdulillah berjalan,” tukasnya.