SOLO, MettaNEWS – Kabar baik bagi warga Solo dan sekitarnya, sajian istimewa bubur Samin khas Banjar akan terus dibagikan hingga Ramadan 1443 H usai. Memiliki sejarah panjang dalam pembuatan dan pembagiannya, bubur Samin menjadi kenangan tersendiri bagi pengemarnya. Menjadi yang dinanti-nantikan saat Ramadan, beberapa masyarakat luar daerah pun sampai rela datang hanya untuk mendapatkan bubur yang satu ini. Lalu apa kesitimewaan bubur Samin? Inilah alasannya.
Bubur Samin diyakini bukanlah sekadar bubur biasa, memiliki khasiat tertentu yang dihasilkan dari racikan rempah-rempah Banjar seperti kapulaga, jinten, cengkeh dan jahe. Dengan bahan baku beras, sayur serta potongan daging membuatnya memiliki cita rasa yang menggugah selera. Satu bahan utama yakni minyak samin menjadikan bubur ini mempunyai aroma sedap dan berciri khas Banjar.
Salah satu warga Wonogiri, Naning Nuryani khusus datang ke Masjid Darussalam hanya untuk mengantre bubur Samin mengaku sudah menjadi penikmat bubur tersebut sejak tahun 2015. Menjadi agenda rutin selama 7 tahun lamanya, Nining tak bosan-bosan menikmati bubur Samin setiap bulan puasa Ramadan.
“Dulu saya tahu bubur Samin dari koran yang saya baca, akhirnya dari situ saya penasaran bubur Samin itu apa. Setelah merasakannya justru setiap tahun saya kangen dengan bubur ini. Karena kan adanya cuma pas Ramadan aja,” ungkap Naning saat ditemui di sela-sela antrean, Minggu (3/4/2022).
Naning menyebut bubur Samin mampu membuatnya kenyang dalam jangka waktu yang cukup lama. Selain itu, bubur Samin ini memiliki ketahanan yang menyebabkan tidak cepat basi.
“Bubur Samin ini biasanya saya makan pas sahur juga, masih enak. Biasanya saya dapet dua canting kadang juga lebih. Panita yang membagi bubur juga kan menyesuaikan dengan aturan meskipun tempatnya besar ya sesuai ukuran pembagian,” tuturnya.

Membawa 3 rantang, bubur Samin tersebut dibagikan ke sanak saudara yang berada di Sukoharjo. Sudah menjadi tradisi untuk menikmati bubur Samin sebagai sajian wajib di bulan Ramadan, Naning menyebut bubur Samin mempunyai khasiat yang baik bagi pencernaan.selain itu, baginya bubur Samin mampu menghangatkan dan menyegarkan tubuh.
“Bubur Samin ini dinikmati saat berbuka puasa, khasiatnya bisa dirasakan pas keesokan harinya, badan jadi lebih enak. Jadi minimal satu kali di bulan Ramadan saya dan keluarga harus bisa mencicipi bubur Samin ini, biar nggak kangen juga sudah pasti saya kesini,” ungkapnya.
Sempat ditiadakan selama dua kali Ramadan, Naning selalu menanti-nanti bubur ini dapat kembali dbagikan.
“Dua tahun lalu pas puasa saya pernah kesini tapi ternyata nggak ada. Kecewa iya tapi kan dulu nggak diadakan karena Covid juga,” jelasnya.
Hal yang sama diungkapkan Entik warga Balewarti, Solo yang sudah merasakan kenikmatan bubur Samin sejak masih anak-anak. Membawa ingatan masa kecil bersama ayahnya, Entik tak ketinggalan untuk ikut antre demi semangkok bubur Samin.
“Dulu diajak ayah buat ikut antre, sampai sekarang masih suka kesini biar dapet bubur Samin buat dimakan sekeluarga. Jadi sudah tahu waktu pembagiannya, pas puasa gini saya sering lewat Masjid Darussalam, jadi tahu kalau ada pembagian. Ya meskipun tadi pas antre terlalu banyak orang bukan masalah. Jadi saya berharap pembagian bubur Samin ini untuk ke depannya akan ada terus. Karena ini kan yang paling dinanti-nanti saat puasa,” pungkasnya.










