SOLO, MettaNEWS – Pemerintah Kota Surakarta memperingati malam pergantian Tahun Baru 2026 dengan rangkaian hiburan seni dan budaya yang tersebar di berbagai titik kota.
Meski tanpa pesta kembang api, perayaan tetap berlangsung meriah dan sarat makna melalui pertunjukan rakyat, refleksi akhir tahun, doa bersama, serta penguatan nilai solidaritas sosial.
Agenda utama perayaan diwujudkan melalui gelaran Solo Car Free Night (CFN) di sepanjang Jalan Slamet Riyadi dengan menghadirkan 11 titik panggung hiburan. Selain itu, masyarakat juga menikmati hiburan akhir tahun di sejumlah lokasi lain, di antaranya Plaza Manahan serta Balekambang Festival (Balefest) di Taman Balekambang.
Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, turun langsung memantau jalannya rangkaian kegiatan di berbagai lokasi. Ia memastikan seluruh acara berjalan tertib, aman, dan kondusif. Kehadiran Astrid pun menambah semarak suasana, lantaran ia menyempatkan diri bernyanyi di setiap panggung yang dikunjungi. Antusiasme warga tampak tinggi, dengan interaksi hangat dan sesi foto bersama di sela-sela acara.
Tak sekadar hiburan, perayaan Tahun Baru di Kota Solo juga diisi dengan muatan refleksi dan doa bersama. Hal tersebut disampaikan Astrid Widayani saat menghadiri acara Hiburan Akhir Tahun bertema “Refleksi Akhir Tahun: Doa Bersama untuk Negeri” yang digelar di Halaman Balai Kota Surakarta, Rabu (31/12) malam.
Menurut Astrid, pergantian tahun kali ini dikemas secara berbeda, tidak semata sebagai perayaan, melainkan sebagai momentum perenungan bersama dan doa untuk negeri, khususnya bagi masyarakat yang terdampak bencana alam di berbagai daerah.
“Malam ini kita jadikan sebagai malam refleksi sekaligus doa bersama untuk negeri. Kita mendoakan agar seluruh saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam dapat segera dipulihkan oleh Tuhan Yang Maha Esa, serta kita semua senantiasa diberikan perlindungan dan keselamatan,” kata Astrid.
Astrid juga mengajak masyarakat menjadikan akhir tahun sebagai ruang evaluasi atas perjalanan selama setahun ke belakang, sekaligus menata langkah yang lebih baik di tahun mendatang.
Astrid menekankan bahwa keberagaman dan perbedaan merupakan kekuatan yang harus terus dijaga sebagai fondasi kebersamaan di Kota Surakarta.
“Perbedaan adalah keindahan dan kebesaran ciptaan Tuhan. Kota Solo harus terus kita jaga sebagai kota yang harmonis, saling menghormati, dan saling menjaga satu sama lain,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Surakarta juga menggelar penggalangan dana kemanusiaan yang melibatkan Baznas, PMI, rumah sakit, perbankan, serta sektor swasta. Donasi yang terkumpul akan disalurkan secara terkoordinasi sesuai dengan kebutuhan daerah-daerah terdampak bencana.
Menjelang pergantian Tahun Baru 2026, suasana khidmat tercipta saat penghitungan mundur dilakukan. Momen tersebut ditandai dengan bunyi sirine mobil pemadam kebakaran yang berpadu dengan alunan gamelan, menghadirkan nuansa budaya lokal yang khas dan berkesan.
Ke depan, Astrid Widayani menegaskan komitmen Pemerintah Kota Surakarta untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak pada masyarakat.
“Berbagai program prioritas Asta Cita Surakarta akan terus diperkuat, di antaranya pengembangan UMKM Center dan program Rumah Siap Kerja, guna mewujudkan kehidupan masyarakat Kota Solo yang bahagia, sejahtera, dan berkeadilan sosial,” pungkasnya.







