Festival Dalang Cilik Kentingan Pecahkan Rekor, Wawali Astrid Tekankan Pelestarian Budaya Harus Dimulai Sejak Dini

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menegaskan pentingnya pelestarian budaya sejak usia dini dalam gelaran Festival Dalang Cilik dan Tari Kampung Seni Kentingan dan UMKM Asri ke-4 di SD Negeri Tugu Jebres, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Jumat–Sabtu (17–18 April 2026).

Festival tahunan tersebut mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih rekor dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia dalam kategori Pagelaran Kolosal Dalang Cilik dan Tari Terbanyak. Sekitar 200 anak terlibat dalam pertunjukan kolosal yang menjadi puncak acara.

“Ini bukan sekadar festival, tetapi wujud nyata komitmen bersama dalam melestarikan seni budaya sejak dini, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat melalui UMKM,” tutur Astrid.

Pagelaran kolosal yang digelar pada Jumat malam menampilkan ratusan dalang cilik dan penari dari berbagai sanggar di Solo Raya. Kegiatan ini digagas oleh Sanggar Wayang Gogon bersama Kampung Seni Kentingan dan UMKM Asri.

Astrid menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa regenerasi pelaku seni tradisi di Kota Solo berjalan nyata dan terstruktur.

“Ketika anak-anak sudah berani tampil sebagai dalang dan penari di panggung besar, artinya kita tidak kehilangan generasi penerus budaya,” tegasnya.

Selain pertunjukan, festival juga menghadirkan berbagai kegiatan edukatif. Pada Sabtu, sebanyak 80 siswa SD se-Surakarta mengikuti lomba mewarnai wayang tokoh Semar untuk memperebutkan Piala Apresiasi Astrid Widayani.

Kegiatan ini menjadi cara kreatif mengenalkan wayang kepada anak-anak.
Beragam aktivitas lain turut meramaikan acara, mulai dari workshop anyaman kertas, urban farming, bank sampah, hingga pameran UMKM lokal yang melibatkan masyarakat sekitar. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi warga.

Pendiri Sanggar Wayang Gogon, Margono atau Gogon, menyebut festival ini telah memasuki tahun keempat sejak Kampung Seni Kentingan dan UMKM Asri dicanangkan pada 2022. Ia menambahkan, peserta merupakan anak-anak yang rutin berlatih pedalangan, karawitan, dan tari.

“Ada dalang cilik yang usianya baru 3,5 tahun. Ini menunjukkan anak-anak sangat antusias terhadap seni tradisi,” ujarnya.

Astrid menambahkan, keberhasilan festival ini tidak lepas dari semangat gotong royong serta kolaborasi antara warga, sekolah, sanggar, dan pemerintah.

“Solo harus tetap menjadi rumah bagi budaya. Festival ini menunjukkan bahwa dengan kolaborasi, kita bisa menjaga identitas lokal sekaligus mendorong masyarakat untuk berdaya,” katanya.

Ke depan, Pemerintah Kota Surakarta berkomitmen terus mendukung ruang kreatif seperti Kampung Seni Kentingan agar berkembang sebagai pusat pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif berbasis masyarakat.

“Di sinilah masa depan budaya kita dibentuk—di tangan anak-anak yang hari ini belajar, tampil, dan mencintai warisan leluhur,” pungkasnya.