Wawali Astrid Dampingi Fadli Zon, Pameran Keris di Solo Angkat Budaya Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mendampingi Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dalam gelaran Infobank Solo Art and Culture Exhibition – Jaga Budaya Nusantara di Museum Keris Nusantara, Sabtu (18/4/2026).

Kehadiran keduanya bertepatan dengan momentum peringatan Hari Warisan Dunia serta menjelang Hari Keris Nasional.

Pameran yang berlangsung pada 16–19 April 2026 ini menjadi ruang untuk mengangkat kembali nilai-nilai budaya, khususnya keris, sebagai warisan peradaban sekaligus penggerak ekonomi kreatif.

Astrid menegaskan, keris bukan sekadar benda pusaka, melainkan simbol filosofi kehidupan yang sarat makna dan kearifan lokal.

“Keris adalah warisan filosofi kehidupan, kehalusan rasa, serta kearifan lokal yang diwariskan lintas generasi. Karena itu, pelestariannya menjadi tanggung jawab bersama sebagai bangsa,” terangnya.

Ia menilai, pameran ini menunjukkan bahwa budaya mampu berjalan beriringan dengan perkembangan zaman, termasuk bersinergi dengan sektor modern seperti jasa keuangan.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa budaya tidak hanya hidup, tetapi juga relevan dengan perkembangan zaman. Sinergi dengan sektor modern menjadi langkah nyata dalam memperluas ruang apresiasi budaya sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif,” paparnya.

Astrid juga menyoroti hadirnya bursa keris dalam pameran tersebut sebagai upaya mendukung kesejahteraan para perajin sekaligus mendorong generasi muda untuk lebih mengenal budaya bangsa.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan budaya, sekaligus memberi ruang bagi perajin untuk terus berkarya,” katanya.

Sementara itu, Fadli Zon menegaskan bahwa pameran ini tidak hanya menampilkan budaya, tetapi juga menghidupkannya di tengah masyarakat.

“Kita tidak hanya menampilkan budaya, tetapi juga menghidupkannya. Warisan ini milik bersama yang harus terus dijaga dan diwariskan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keris sebagai warisan budaya tak benda yang diakui UNESCO sejak 2005 memiliki nilai mendalam, baik dari sisi filosofi, simbol, hingga teknik pembuatannya.

“Keris adalah ekspresi budaya asli Indonesia. Ini bukan sekadar benda, tetapi cerminan jati diri bangsa,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, GRAj. Ancillasura Marina Sudjiwo menyoroti nilai filosofis keris sebagai bagian dari perjalanan panjang peradaban Nusantara, sekaligus mengapresiasi meningkatnya peran perempuan dalam sektor seni dan budaya.

Pameran ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga simbol kolaborasi lintas sektor. Beragam karya ditampilkan, mulai dari keris, lukisan, fotografi, hingga busana Nusantara.

Sejumlah koleksi yang dipamerkan berasal dari tokoh nasional, di antaranya milik Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo, serta koleksi pelaku industri keuangan.

Rangkaian kegiatan juga diperluas melalui kirab pusaka Nusantara yang melibatkan seniman, budayawan, tokoh agama, hingga masyarakat, serta menjangkau kawasan Candi Borobudur.