Paseban Solidaritas Bangsa Lahir di Surakarta, Usung Pendidikan Politik dan Aksi Sosial untuk Masyarakat

oleh
oleh
Ketua PSI Solo Astrid Widayani dan Ketua PSB Surakarta, KRMH Kusumo Adiwijaya | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Sebuah gerakan sosial-kemasyarakatan bernama Paseban Solidaritas Bangsa (PSB) hadir di kancah politik kota Solo. Hadir sebagai wadah pendidikan politik dan konsolidasi gagasan warga di Kota Solo, PSB mencatatkan dinamika baru dalam perjalanan demokrasi lokal.

Gerakan PSB lahir dari proses perenungan panjang yang digagas oleh KRMH Kusumo Adiwijaya. Gagasan tersebut mulai dicanangkan pada 15 November 2025 sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan demokrasi dan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan politik masyarakat.

“Cerdasnya sebuah bangsa tidak hanya diukur dari angka literasi, tetapi dari sejauh mana masyarakat memahami hak dan kewajiban politiknya,” ujar Kusumo Adiwijaya saat menjelaskan latar belakang lahirnya PSB.

Sejak awal, PSB menempatkan pendidikan politik sebagai fokus utama, khususnya bagi masyarakat Surakarta yang kerap menjadi barometer politik nasional. Nilai kebersamaan yang inklusif menjadi fondasi gerakan ini. PSB tidak dimaksudkan sebagai organisasi eksklusif, melainkan ruang responsif yang siap menampung dan menyalurkan kegelisahan warga secara konstruktif.

Lahirnya PSB juga tidak terlepas dari realitas kepemimpinan Kota Surakarta saat ini. Sosok Astrid Widayani dinilai memberikan dorongan moral dan optimisme baru bagi masyarakat melalui kinerjanya sebagai Wakil Wali Kota Surakarta.

“Dalam beberapa bulan pertama, Bu Astrid menunjukkan kinerja yang nyata, dinamis, santun, namun tegas. Itu menjadi inspirasi bagi kami untuk bergerak lebih masif,” kata Kusumo.

Ajakan untuk bersatu dalam wadah PSB disambut berbagai kalangan, mulai dari pekerja, praktisi hukum, akademisi, hingga pegiat ekonomi kerakyatan. Proses konsolidasi berjalan cepat dan berujung pada terbentuknya kepengurusan resmi PSB pada 18 November 2025.

PSB memancang visi “Mewujudkan kehidupan yang bermakna melalui persatuan dalam perjuangan sosial politik, dengan menjunjung tinggi kepedulian terhadap sesama, integritas moral, dan komitmen bersama untuk membangun negeri.”

Visi tersebut diterjemahkan dalam misi membangun persatuan, menumbuhkan kepedulian sosial, memperjuangkan suara rakyat secara bermartabat, serta menjaga integritas moral.

Slogan “Satu komando bergerak menembus batas” menjadi penegas arah perjuangan PSB. Lima pilar utama menjadi landasan gerak, yakni persatuan, kepedulian sosial, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), perjuangan suara rakyat, dan integritas moral.

Dalam langkah strategis ke depan, PSB secara terbuka menyatakan dukungan untuk mendorong Astrid Widayani maju sebagai Wali Kota Surakarta pada Pemilihan 2029. Dukungan ini dinilai sebagai bagian dari perjuangan politik yang bermartabat.

“Mendukung sosok yang berintegritas dan kompeten adalah tanggung jawab moral kami. Ini bukan sekadar dukungan figur, melainkan upaya menjaga momentum kemajuan Surakarta,” tegas Kusumo.

PSB pun membuka diri sebagai ruang konsolidasi gagasan bagi seluruh elemen masyarakat yang ingin berkontribusi bagi kota. Dengan semangat gotong royong dan pendidikan politik, PSB berharap dapat menjadi sekolah demokrasi rakyat serta garda terdepan dalam menjaga marwah demokrasi di Kota Solo.

“Perjalanan menuju 2029 memang masih panjang, tetapi dengan langkah-langkah kecil yang konsisten dan satu komando yang berpihak pada rakyat, kami yakin perubahan besar bisa terwujud,” tandasnya.

Pada pelantikan pengurus PSB, Minggu (15/2/2026) diadakan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan seperti donor darah, kompetisi korwil dan visualisasi budaya.

Ketua Pelaksana, Abednego menambahkan aksi donor darah ini untuk membantu masyarakat Surakarta yang membutuhkan.

“PSB konsisten untuk menampung aspirasi masyarakat yang mungkin kadang tidak tersampaikan dengan baik, keberadaan kami untuk membantu menampung keluhan tersebut agar bisa disampaikan dan ditindaklanjuti,” pungkasnya.