SOLO, MettaNEWS – Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar The 2nd International Summer Course 2026 bertajuk “Reviving Prambanan Temple: Heritage Conservation, Structural Revival, and Digital Cultural Futures”.
Program internasional yang berlangsung pada 29 Juni hingga 17 Juli 2026 ini menjadi wadah kolaborasi multidisiplin untuk mengembangkan inovasi pelestarian Candi Prambanan melalui pendekatan teknologi modern.
Kegiatan diawali dengan pembelajaran daring pada 29 Juni–3 Juli 2026, kemudian dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan luring pada 13–17 Juli 2026 di Fakultas Teknik UNS, kawasan Candi Prambanan, serta sejumlah lokasi pendukung.
Dekan Fakultas Teknik UNS, Prof. Dr. Ir. Wahyudi Sutopo, S.T., M.Si., IPU, menjelaskan bahwa summer course tersebut dirancang sebagai forum pembelajaran multidisiplin yang mempertemukan bidang teknik, pelestarian warisan budaya, arsitektur, teknologi digital, perencanaan wilayah, hingga pengelolaan kawasan budaya.
“Melalui studi kasus Candi Prambanan, peserta mempelajari bagaimana teknologi modern dapat dimanfaatkan untuk mendukung dokumentasi, pemantauan, konservasi, dan revitalisasi situs warisan budaya,” jelasnya.
Prof. Wahyudi menyampaikan antusiasme peserta melampaui target yang telah ditetapkan. Dari 87 pendaftar, sebanyak 85 peserta unik mengikuti kegiatan tersebut dengan berasal dari 12 negara dan 19 institusi.
Malaysia menjadi negara dengan peserta terbanyak, yakni 42 orang, disusul Indonesia sebanyak 18 orang, Taiwan dan Thailand masing-masing enam orang, Nigeria empat orang, Pakistan tiga orang, serta peserta dari Australia, Kenya, Filipina, Tanzania, Timor-Leste, dan Turkmenistan.
Sebanyak 67 peserta atau sekitar 78,8 persen berasal dari luar Indonesia. Capaian tersebut jauh melampaui target penyelenggara yang menetapkan minimal 25 persen peserta merupakan peserta internasional.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Teknik UNS, Ir. Feri Adriyanto, S.Pd., M.Si., Ph.D., IPU, ASEAN Eng, menyampaikan bahwa peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi dan institusi pendidikan.
“Dari sisi institusi, jumlah peserta terbesar berasal dari Politeknik Tun Syed Nasir Syed Ismail sebanyak 32 orang, diikuti Universitas Sebelas Maret sebanyak 18 orang, Universiti Teknologi Malaysia enam orang, National Taiwan University lima orang, dan Universitas Muhammadiyah Surakarta empat orang,” urainya.
Ketua pelaksana, Dr. Ir. Galuh Chrismaningwang, S.T., M.T., menerangkan bahwa materi pembelajaran disusun secara komprehensif dengan memadukan teori dan praktik lapangan.
Pada sesi daring, peserta mendapatkan materi mengenai sejarah dan mitologi Candi Prambanan, teknologi sensor cerdas, penginderaan jauh, pengalaman digital berbasis pengguna, risiko gempa dan gunung api, pelapukan batuan, digital twin, hingga perencanaan kawasan Prambanan.
Sedangkan pada kegiatan luring, peserta mengikuti kuliah, lokakarya, dan sesi interaktif mengenai sejarah serta arsitektur Candi Prambanan, Internet of Things (IoT), energi terbarukan, Building Information Modeling (BIM), pemindaian laser tiga dimensi, pariwisata berkelanjutan, teknologi pencetakan tiga dimensi, serta dokumentasi digital warisan budaya.
Selain itu, peserta juga mengikuti kunjungan industri, kunjungan ke situs budaya, penyusunan proyek kelompok, hingga presentasi hasil akhir sebagai bentuk implementasi ilmu yang diperoleh selama program berlangsung.
Galuh menambahkan, melalui kegiatan tersebut peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga didorong mengembangkan gagasan konservasi berbasis bukti melalui kolaborasi lintas disiplin.
Luaran pembelajaran diarahkan pada penyusunan Reviving Prambanan Digital Heritage Portfolio, yang meliputi model BIM, hasil pemindaian tiga dimensi, pemetaan kerusakan, dokumentasi teknis, hingga usulan konservasi yang dapat dimanfaatkan dalam upaya pelestarian Candi Prambanan.
Penyelenggaraan The 2nd International Summer Course 2026 menjadi bagian dari komitmen Fakultas Teknik UNS dalam memperkuat jejaring akademik nasional dan internasional.
Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 tentang Industri, Inovasi dan Infrastruktur, SDG 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan, serta SDG 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Melalui integrasi ilmu teknik, teknologi digital, dan pelestarian budaya, Fakultas Teknik UNS berharap program ini mampu melahirkan berbagai inovasi dan solusi berkelanjutan untuk menjaga warisan budaya Indonesia agar tetap lestari bagi generasi mendatang.








