Sharing Investasi Wawali Astrid Ajak Warga Solo Cerdas Kelola Keuangan, Literasi Jadi Kunci Hindari Pinjol dan Investasi Bodong

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS -Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mengajak masyarakat, khususnya generasi muda dan perempuan, untuk meningkatkan literasi keuangan agar mampu mengelola keuangan secara sehat sekaligus terhindar dari praktik pinjaman online (pinjol) ilegal maupun investasi bodong.

Hal tersebut disampaikan saat menjadi pembicara dalam kegiatan Financial Talks – Solo Gemati (Gerakan Masyarakat Menata Investasi) bersama Pemimpin Cabang PT Pegadaian Hanna Wulansari di FIM by Zigna, Jalan Yosodipuro, Surakarta, Sabtu (18/7/2026).

Dalam paparannya, Astrid menegaskan bahwa literasi keuangan menjadi kebutuhan penting di tengah semakin berkembangnya berbagai produk investasi dan layanan keuangan digital. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang menjadi korban investasi ilegal maupun pinjaman online karena minimnya pemahaman mengenai pengelolaan keuangan.

“Saya sangat senang Pemerintah Kota Surakarta dapat mendukung program literasi keuangan seperti ini. Mudah-mudahan semakin sedikit masyarakat yang terjebak pinjaman online maupun investasi yang merugikan hanya karena kurang memahami pengelolaan keuangan,”paparnya.

Astrid mengatakan, tujuan utama mengelola keuangan bukan hanya menjaga uang tetap aman, tetapi juga memastikan kondisi finansial tetap sehat. Karena itu, masyarakat tidak perlu ragu untuk mencari informasi maupun bertanya kepada lembaga keuangan yang terpercaya sebelum memutuskan berinvestasi.

“Jangan takut bertanya. Tidak harus langsung membeli sebuah produk investasi. Justru dengan bertanya kita akan memahami manfaat, risiko, hingga tujuan investasi yang sesuai dengan kebutuhan,” katanya.

Ia menjelaskan, setiap orang harus memiliki tujuan keuangan yang jelas, baik untuk membeli rumah, mempersiapkan pendidikan anak, dana pensiun, maupun kebutuhan kesehatan di masa depan. Dengan adanya tujuan tersebut, masyarakat akan lebih disiplin dalam menyusun perencanaan keuangan.

Astrid juga membagikan sejumlah langkah sederhana yang dapat diterapkan masyarakat, terutama para pemula dalam mengatur keuangan. Langkah pertama adalah membiasakan diri mencatat seluruh pemasukan dan pengeluaran.

“Kelihatannya sederhana, tetapi masih banyak yang tidak melakukannya. Padahal dari pencatatan itu kita bisa mengetahui ke mana uang kita digunakan dan apakah ada pengeluaran yang sebenarnya bisa dikurangi,” jelasnya.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya memiliki sumber pendapatan tambahan di luar gaji utama. Menurutnya, perkembangan ekonomi digital membuka banyak peluang bagi masyarakat, terutama anak muda, untuk memperoleh penghasilan melalui berbagai aktivitas produktif.

Astrid juga mengingatkan masyarakat agar menghindari utang konsumtif. Jika harus menggunakan fasilitas kredit, sebaiknya digunakan untuk membeli aset produktif yang nilainya dapat berkembang, bukan untuk memenuhi gaya hidup sesaat.

“Kalau berutang, gunakan untuk aset yang menghasilkan atau memiliki nilai jangka panjang. Jangan sampai utang hanya dipakai untuk kebutuhan konsumtif yang setelah dinikmati tidak meninggalkan nilai apa pun selain beban cicilan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Astrid mendorong masyarakat menyisihkan minimal 10 persen dari pendapatan setiap bulan sebagai tabungan atau investasi. Ia menyarankan agar dana tersebut langsung dipisahkan ke rekening atau instrumen investasi khusus sehingga tidak tercampur dengan kebutuhan harian.

Ia juga mengingatkan pelaku UMKM untuk memisahkan keuangan usaha dan keuangan rumah tangga. Menurutnya, masih banyak pelaku usaha yang mencampur kedua pos keuangan tersebut sehingga perkembangan usahanya sulit dipantau.

Khusus kepada perempuan, Astrid mengajak agar memiliki kemandirian finansial. Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam mengatur keuangan keluarga sehingga perlu memahami berbagai instrumen investasi yang aman, termasuk investasi emas.

“Perempuan juga harus memiliki aset dan memahami investasi. Ketika kondisi keluarga berubah, perempuan yang memiliki kemampuan mengelola keuangan akan lebih siap menjaga ketahanan ekonomi keluarga,” katanya.

Astrid menambahkan, investasi emas menjadi salah satu instrumen yang mudah dipahami masyarakat. Namun, ia mengingatkan agar masyarakat mempelajari perbedaan antara emas perhiasan dan emas investasi sehingga dapat memilih produk yang sesuai dengan tujuan keuangannya.

Melalui kegiatan Financial Talks Solo Gemati, Pemerintah Kota Surakarta bersama PT Pegadaian berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi keuangan semakin meningkat. Dengan pengelolaan keuangan yang baik, masyarakat diharapkan mampu membangun kebiasaan finansial yang sehat, memilih investasi secara bijak, serta mewujudkan ketahanan ekonomi keluarga yang lebih kuat.