SOLO, MettaNEWS – Polri mengerahkan helikopter milik Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk melakukan water bombing menyerang sekam-sekam api di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Surakarta.
Polri mengerahkan helikopter milik Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk melakukan water bombin, sementara pemadaman dari darat diperkuat water cannon dan 15 armada pemadam kebakaran.
Aksi pemadaman dari udara dilakukan pada Jumat (4/9/2026) untuk menjangkau titik-titik api dan asap yang sulit ditangani dari jalur darat.
Helikopter melakukan water bombing selama kurang lebih dua jam, mulai pukul 10.00 WIB. Dalam periode tersebut, sebanyak 26 kali penyiraman dilakukan dengan kapasitas sekitar 500 liter air dalam setiap penyiraman.
Total sekitar 13.000 liter air pun diguyurkan dari udara ke area TPA Putri Cempo yang masih mengeluarkan asap.
Air untuk water bombing diambil dari Sungai Bengawan Solo, kemudian dibawa menuju titik kebakaran untuk dijatuhkan tepat di area yang menjadi sasaran.
Dalam setiap prosesnya, helikopter membutuhkan waktu sekitar lima menit sejak mengambil air hingga tiba di lokasi kebakaran.
Sisi Timur TPA Jadi Sasaran Water Bombing
Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo melalui Kasihumas Polresta Surakarta AKP Lingga Ramadhani mengatakan, pemadaman melalui udara difokuskan pada sisi timur TPA Putri Cempo.
Area tersebut masih mengeluarkan asap sehingga membutuhkan penanganan dari udara.
“Fokus terkait dengan water bombing di sebelah sisi timur yang sampai dengan sekarang ini masih mengeluarkan asap,” kata AKP Lingga, Jumat (4/9/2026).
Selama helikopter menjalankan operasi water bombing, armada pemadam kebakaran di darat dihentikan sementara. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan penerbangan selama proses penyiraman berlangsung.
Setelah operasi udara selesai, pemadaman dari jalur darat kembali dilanjutkan.
Water Cannon Polresta Surakarta Serbu Sisi Barat
Tak hanya mengandalkan pemadaman dari udara, petugas juga terus melakukan penanganan melalui jalur darat.
Water cannon Polresta Surakarta bersama personel Sat Brimob Polda Jateng dikerahkan untuk melakukan penyemprotan di sisi barat TPA Putri Cempo.
Air diarahkan ke titik-titik yang masih mengeluarkan asap. Penyemprotan dilakukan tidak hanya untuk memadamkan api, tetapi juga sebagai bagian dari proses pendinginan guna mencegah munculnya kembali titik api.
“Penanganan kebakaran melibatkan Pemerintah Kota Surakarta bersama TNI dan Polri, BPBD serta pemadam kebakaran dari wilayah Solo Raya,” ujar Lingga.
Sebanyak 15 unit armada pemadam kebakaran turut dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman dan pendinginan di kawasan TPA.
Gunungan Sampah Jadi Tantangan
Kebakaran TPA Putri Cempo terjadi sejak Rabu sore dan melanda sejumlah bagian gunungan sampah. Kepulan asap masih terlihat di beberapa titik hingga Jumat.
Kondisi gunungan sampah yang memiliki karakteristik berbeda dengan kebakaran biasa menjadi salah satu tantangan petugas. Cuaca serta arah angin juga turut memengaruhi proses pemadaman.
Karena itu, strategi pemadaman dilakukan secara terpadu dengan menggabungkan kekuatan personel dan armada di darat serta dukungan helikopter dari udara.
Water bombing menjadi upaya untuk menjangkau bagian yang sulit ditangani secara langsung dari permukaan, sementara petugas di darat melakukan penyemprotan dan pendinginan di titik-titik yang dapat dijangkau.
Status Tanggap Darurat 14 Hari
Pemerintah Kota Surakarta sebelumnya telah menetapkan status tanggap darurat bencana alam selama 14 hari menyusul kebakaran TPA Putri Cempo.
Polri bersama pemerintah daerah, TNI, BPBD, pemadam kebakaran, Sat Brimob Polda Jateng, serta unsur terkait lainnya terus bersinergi melakukan pemadaman.
Penanganan akan dilanjutkan hingga titik api dan asap benar-benar terkendali. Proses pendinginan juga menjadi perhatian untuk memastikan tidak muncul kembali titik api di dalam timbunan sampah.
Pengerahan helikopter water bombing, water cannon, hingga belasan armada pemadam menjadi bagian dari langkah percepatan penanganan sekaligus upaya menjaga keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar TPA Putri Cempo.








