Kori Kamandungan Dikunci, KP Eddy Wirabhumi Sebut Ada Miskomunikasi

oleh
oleh
Keraton Surakarta, keraton dan Sriwedari
Keraton Surakarta jadi PR besar untuk Wali Kota Gibran | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Kori Kamandungan menjadi sebab terjadinya kembali perselisihan antar keluarga keraton Kasunanan Surakarta. Pasalnya pihak Sinuhun PB XIII berniat untuk mengunci kori Kamandungan. Namun kubu Lembaga Dewan Adat (LDA) yang merupakan adik dari PB XIII tidak menyetujui hal tersebut.

Pertikaian terjadi pada Senin (9/10/2023) kemarin. Tampak Sinuhun PB XIII bersama Prameswari berseteru dengan GKR Timoer.

GKR Timoer berusaha mencegah penutupan Kori Kamandungan dengan gembok tersebut. Namun gembok dan kunci baru telah terpasang mengunci pintu utama Kori Kamandungan.

Saat konflik berlangsung, Ketua Eksekutif Dewan Adat, Kanjeng Pangeran (KP) Eddy Wirabhumi tengah tidak berada di tempat.

“Saya mohon maaf. Untuk kesekian kalinya suasananya kurang baik. Ini semata-mata karena miskomumikasi,” kata Eddy pada wartawan yang menemuinya di dalam Keraton Kasunanan, Selasa (10/10/2023).

Eddy menceritakan niatan mengunci Kori Kamandungan karena adanya latar belakang kejadian tidak mengenakkan dalam keraton seperti pencurian. Saat akan wilujengan ada kesepakatan untuk mengunci pintu utama Kamandungan. Namun menurut Eddy ada sebagian keluarga yang tidak sepakat dengan keputusan tersebut.

“Begini niatannya, begitu ada kejadian pencuri masuk, keraton dibuka setelah 5,5 tahun. setelah itu di satu sisi, ada putusan Mahkamah Agung, di sisi lain ada giat-giat pembersihan. Ada suasana kurang mendapat pembersihan selama 5,5 tahun itu,” kata Eddy.

Usai kejadian kemarin Eddy mengatakan belum bertemu dengan Wali Kota Gibran Rakabuming.

“Saya pagi-pagi dapat info Mas Wali sebenarnya mau komunikasi, tapi kami ada situasi seperti itu. Rencananya setelah jam 12 siang tadi. Tapi ini belum, belum cari waktu lagi,” ungkapnya.

Dari kejadian kemarin Eddy berharap tidak mengganggu operasional dan rencana revitalisasi keraton.

“Mudah-mudahan ini suasana kurang nyaman yang terakhir. Sebenarnya sebelum kejadian kemarin itu saya merasakan menuju satu step maju lebih dekat lagi. Sayangnya harus melalui proses seperti itu,” katanya.

Saat peristiwa kemarin Eddy datang setelah mendapat telepon.

“Saya sampaikan pada semua yang kemarin terlibat ini sudah selesai. Inikan urisan keluarga. Tidak perlu ada ramai-ramai. Dan semua juga kemudian mengerti,” pungkasnya.