Tembok nDalem Prabuwinatan Keraton Solo Mulai Dipugar, Dapat Izin Panembahan Agung

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Perbaikan tembok nDalem Prabuwinatan di kawasan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat akhirnya mulai dilaksanakan setelah mendapatkan izin resmi dari KGPH Panembahan Agung Tedjowulan. Tembok tersebut sebelumnya ambruk pada 15 Januari 2018 akibat kondisi bangunan yang telah lapuk dimakan usia.

Izin pemugaran diberikan kepada Yayasan Kusumo Buwono dan Yayasan Warna Warni Indonesia untuk melaksanakan perbaikan dengan tetap mengacu pada kaidah pelestarian cagar budaya.

Juru bicara Panembahan Agung, Candra Malik Pakoenegoro, menjelaskan bahwa nDalem Prabuwinatan merupakan bagian dari kawasan cagar budaya peringkat nasional.

“Oleh sebab itu, setiap upaya perbaikan harus melalui izin resmi pihak keraton,” tegasnya.

Ia menambahkan, Panembahan Agung menyambut baik inisiatif kedua yayasan tersebut dalam mendukung pelestarian warisan budaya. Namun, proses pemugaran wajib berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah agar sesuai standar teknis konservasi.

Keraton Surakarta sendiri telah ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional sejak 2017 melalui keputusan pemerintah.

“Pengelolaan pelindungan dan pengembangannya kini berada di bawah penugasan resmi Panembahan Agung sesuai regulasi terbaru dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia,” kata Pakoenegoro.

Sebelumnya, upaya penggalangan dana untuk pemugaran tembok Prabuwinatan juga dilakukan dalam acara budaya “Tribute to National Heritage Keraton Surakarta” di Jakarta pada Februari 2026, yang turut dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

Perbaikan tembok diawali dengan prosesi wilujengan di pelataran nDalem Prabuwinatan sebagai bentuk doa dan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya. Dalam pelaksanaannya, Panembahan Agung menugaskan sejumlah sentanadalem untuk mendampingi proses pemugaran.

Sementara itu, pihak yayasan menunjuk Bintoro Notoraharjo sebagai pelaksana proyek. Ia dikenal berpengalaman dalam pemugaran sejumlah bangunan bersejarah di lingkungan keraton.

Dengan dimulainya pemugaran ini, diharapkan nDalem Prabuwinatan dapat kembali terjaga sebagai bagian penting dari warisan budaya sekaligus memperkuat upaya pelestarian Kota Surakarta sebagai kota budaya.