SOLO, MettaNEWS – Lebih dari 1.300 orang dari berbagai elemen keluarga besar Keraton Surakarta Hadiningrat berkumpul dalam nuansa persaudaraan dan semangat pelestarian budaya, Minggu (13/4/2025). Mereka menghadiri Halal Bihalal Akbar yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7 Istana Mataram di Pagelaran Keraton Surakarta.
Acara ini diprakarsai oleh Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta dan menjadi momentum kebangkitan serta konsolidasi elemen-elemen internal keraton. Sentono Dalem, Abdi Dalem, perwakilan Paguyuban Kawulo Keraton Surakarta (Pakasa) dari berbagai cabang, barisan prajurit, dan para tokoh keluarga keraton hadir memadati area pagelaran, menunjukkan komitmen bersama untuk melestarikan warisan leluhur.
Suasana semarak langsung terasa sejak awal acara, ditandai dengan beragam penampilan kesenian tradisional. Reog Katonsumirat tampil memukau, disusul oleh Tari Jatil dari Pakasa Magetan yang menyemarakkan suasana. Tari Prawiro Watang dari Pakasa Jepara pun ikut mewarnai panggung, lengkap dengan penjelasan filosofis dari KP Bambang S. Adiningrat. Kesenian dari Pakasa Ngawi dan Bedhaya Keraton turut menambah kekayaan budaya dalam acara ini.
Dalam sambutannya, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng, Pengageng Sasana Wilapa dan Ketua LDA, mengenang perjuangan panjang keluarga keraton untuk kembali ke lingkungan utama keraton. Ia menyampaikan bahwa peringatan HUT Istana Mataram adalah simbol kebangkitan setelah masa-masa sulit pasca wafatnya SISKS Paku Buwono XII.
“Di luar keraton, kami tetap berjuang sesuai wasiat PB XII untuk menjaga budaya dan amanah leluhur,” tutur Gusti Moeng. Setelah perjuangan selama lebih dari enam tahun, LDA kini kembali berkiprah di dalam keraton, menandai babak baru dalam pelestarian budaya.
Salah satu momen puncak adalah pemotongan tumpeng oleh Gusti Moeng, yang kemudian diserahkan kepada Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan sebagai simbol kerja sama antarlembaga. Doa bersama mengiringi harapan akan keberkahan dan kejayaan Keraton Surakarta.
Menutup acara, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Dr. Eddy S. Wirabhumi menyampaikan pesan penting untuk memperkuat persatuan. Ia menegaskan bahwa momen ini menjadi titik balik untuk menyatukan seluruh elemen keraton—Sentono, Abdi Dalem, Kawulo, dan prajurit—demi masa depan yang lebih jaya.
KPH Eddy Wirabhumi juga menyampaikan pesan khusus kepada KGPH Hangabehi, putra tertua dari SISKS Paku Buwono XII, untuk memimpin para kerabat dan generasi penerus.
“Yang lalu biarlah berlalu. Saatnya generasi muda bersatu dan membawa keraton ke arah yang lebih baik,” pesannya, disambut tepuk tangan meriah.
Perhelatan ini tak hanya menjadi ajang silaturahmi, tapi juga penanda komitmen bersama untuk merevitalisasi kejayaan Keraton Surakarta Hadiningrat.








