Keraton Surakarta Gelar Tujuh Harian PB XIII

oleh
PB XIII
Gusti Pangeran Harya Adipati Anom Sudibyo Raja Putra Nalendra Ing Nagari Mataram duduk di antara masyarakat yang hadir dalam acara tujuh harian Raja Keraton Surakarta, PB XIII di Sasana Parasdya, Jumat (7/11/2025) malam | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS –  Keraton Surakarta menggelar tradisi tujuh harian meninggalnya Paku Buwono (PB) XIII, Jumat (7/11/2025) malam di Sasana Parasdya. Acara yang terbuka untuk masyarakat umum ini dihadiri sekitar seratus warga.

Sulastri (68), warga Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, datang untuk mendoakan almarhum raja.

“Berdoa bersama, semoga barokah. Membacakan tahlil, surat Yasin, dan syahadat kures,” ujarnya saat ditemui di kompleks Keraton Kasunanan Solo.

Ia mengatakan rumahnya tidak jauh dari Keraton, sehingga sejak wafatnya PB XIII, dirinya rutin datang untuk melayat dan mendoakan.

“Harapannya semoga tentram, adem ayem, wargane ikut bahagia. Kesini juga mencari keberkahan,” tutur Sulastri.

Warga lain, Sri Handayani (50), yang tinggal di sekitar Keraton, mengaku merasa bangga bisa menjadi tetangga Keraton Kasunanan Surakarta.

“Banyak manfaatnya. Kan lain-lain jauh dari Keraton, sedangkan kami dekat. Itu suatu kebanggaan,” katanya.

Menurutnya, kedamaian Keraton turut memengaruhi ketenangan warga sekitar.

“Kalau Keraton damai, warga juga ikut damai. Kalau sini adem, kami pun senang,” ujarnya.

Sri juga menceritakan bahwa warga sekitar sering membantu berbagai kegiatan Keraton, termasuk saat tradisi sakral tahunan menyambut Tahun Baru Jawa, Malam Suro.

“Kami warga biasa, kalau Malam Suro bantu mengronce kembang. Kalau ada kegiatan besar, ya rewang,” jelasnya.