SOLO, MettaNEWS– Pemerintah Kota Surakarta mematangkan koordinasi lintas sektor untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan Kirab 1 Suro yang menjadi tradisi tahunan masyarakat Jawa. Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kekhidmatan, keamanan, dan ketertiban rangkaian acara yang akan digelar di Pura Mangkunegaran maupun Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Menjelang peringatan Tahun Baru Jawa atau Malam 1 Suro, Pemerintah Kota Surakarta memastikan kesiapan berbagai unsur pendukung guna menjamin pelaksanaan kirab berlangsung aman dan lancar.
Wali Kota Surakarta Respati Ardi menegaskan bahwa Pemkot Solo memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Kirab 1 Suro yang selama ini menjadi salah satu tradisi budaya dan spiritual penting di Kota Bengawan.
“Untuk penyelenggaraan Kirab 1 Suro, kami dari Pemerintah Kota Surakarta sangat mendukung agar penyelenggaraan Kirab 1 Suro berjalan lancar, baik di Pura Mangkunegaran maupun Keraton Kasunanan. Saya berharap masyarakat bisa merasakan dampak langsung dari terselenggaranya Kirab 1 Suro,” ujar Respati.
Menurutnya, Pemkot Surakarta telah berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran kepolisian, dan Kodim 0735/Surakarta untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Selain itu, sejumlah perangkat daerah seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub), dan Dinas Pariwisata juga telah disiagakan untuk mendukung pelaksanaan acara di lapangan.
“Pemerintah Kota Surakarta bersiap untuk menyukseskan agenda Mapag 1 Suro. Kami berkoordinasi dengan Forkopimda, jajaran kepolisian, serta Kodim 0735/Surakarta untuk memastikan pelaksanaan Kirab 1 Suro berjalan lancar. Kami juga menugaskan Satpol PP, Dishub, dan Dinas Pariwisata agar seluruh rangkaian acara dapat berlangsung tertib, aman, dan lancar,” jelasnya.
Menjelang pelaksanaan kirab, muncul dinamika di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat terkait rencana penyelenggaraan Kirab Pusaka Malam 1 Suro oleh dua pihak yang berbeda di internal keraton.
Menyikapi kondisi tersebut, Respati menegaskan Pemerintah Kota Surakarta tetap berada pada posisi menjaga kelancaran pelaksanaan tradisi dan menghormati seluruh proses adat yang berlangsung di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Menurutnya, fokus utama pemerintah adalah memastikan keamanan, pengaturan lalu lintas, ketertiban umum, dan kenyamanan masyarakat yang akan mengikuti maupun menyaksikan kirab.
“Bagi kami, yang utama adalah bagaimana tradisi 1 Suro tetap berlangsung khidmat, aman, dan tertib. Kami menghormati dinamika yang ada di internal Keraton Kasunanan. Pemerintah Kota bersama Forkopimda akan fokus pada pengamanan, kelancaran lalu lintas, dan kenyamanan masyarakat yang ingin menyaksikan maupun mengikuti rangkaian tradisi ini,” tegasnya.
Respati berharap seluruh masyarakat Solo, wisatawan domestik maupun luar daerah dapat ikut menjaga suasana kondusif selama rangkaian kegiatan berlangsung. Ia menilai malam 1 Suro bukan sekadar agenda budaya, tetapi juga menjadi momentum refleksi diri dan penguatan nilai-nilai spiritual.
“Semoga acara ini lancar. Saya berharap seluruh pihak dan seluruh masyarakat ikut mendukung kelancaran kegiatan Kirab 1 Suro. Semoga dari kesakralan ini, kita mendapatkan manfaat langsung dan menjadi ruang refleksi diri,” katanya.
Selain memiliki nilai budaya dan spiritual yang kuat, Kirab 1 Suro juga menjadi salah satu magnet wisata budaya Kota Solo yang setiap tahun menarik perhatian ribuan pengunjung. Karena itu, Respati berharap momentum tersebut mampu memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata, UMKM, pelaku budaya, hingga perekonomian lokal.
“Kirab 1 Suro juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pariwisata. Saya berharap banyak tamu-tamu yang akan hadir di Kota Solo. Mari kita bersama-sama menjaga kelancaran Kirab 1 Suro,” pungkasnya.
Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, Pemerintah Kota Surakarta optimistis tradisi Kirab 1 Suro tahun ini dapat berlangsung khidmat, aman, serta memberikan manfaat budaya dan ekonomi bagi Kota Solo.








