Revitalisasi Kawasan Keraton Surakarta Dimulai, Keputren dan Museum Berstandar Internasional Ditarget Rampung Desember 2026

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bersama Keraton Surakarta Hadiningrat resmi memulai program revitalisasi kawasan Keraton Surakarta Hadiningrat. Revitalisasi yang ditargetkan selesai pada Desember 2026 itu difokuskan pada penataan kawasan Keputren (Keraton Kulon) serta pengembangan Museum Keraton dengan standar internasional guna memperkuat fungsi Keraton sebagai pusat pelestarian budaya dan destinasi wisata sejarah.

Dimulainya program tersebut ditandai dengan kegiatan sosialisasi yang digelar di Sasana Handrawina Keraton Surakarta, Jumat (17/7/2026). Kegiatan dihadiri Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Restu Gunawan, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X Jawa Tengah, SISKS Paku Buwono XIV, para Sentana Dalem Keraton Surakarta yang mewakili trah Paku Buwono II hingga Paku Buwono XII, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), akademisi, serta jajaran Keraton Surakarta Hadiningrat.

Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng, mengatakan revitalisasi kali ini tidak hanya menyentuh bangunan utama Karaton, tetapi juga mencakup kawasan yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan edukasi.

“Alhamdulillah, hari ini Keraton Surakarta Hadiningrat bersama Kementerian Kebudayaan yang diwakili oleh Direktur Jenderal Kebudayaan dan BPK Jawa Tengah mengadakan sosialisasi dimulainya revitalisasi kawasan Keraton Surakarta,” ujar Gusti Moeng.

Menurutnya, penggunaan istilah revitalisasi kawasan menunjukkan bahwa pekerjaan tidak hanya dilakukan di dalam Kedhaton, tetapi juga meliputi area di luar kompleks utama Keraton.

“Kenapa saya sampaikan kawasan? Karena ini meliputi di luar Kedhaton dan di dalam Keraton,” jelasnya.

Pada tahap pertama, revitalisasi dipusatkan di kawasan Keputren atau Keraton Kulon yang merupakan salah satu bagian penting dalam kompleks Keraton Surakarta Hadiningrat. Selain itu, Museum Keraton juga akan ditata ulang, termasuk pengembangan ruang pamer berstandar internasional agar koleksi benda-benda bersejarah dapat ditampilkan secara lebih representatif sesuai kaidah permuseuman modern.

Gusti Moeng mengungkapkan seluruh pekerjaan telah disusun dengan target penyelesaian selama empat bulan.

“Waktunya hanya empat bulan, diharapkan nanti Desember selesai,” katanya.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Restu Gunawan, menyatakan revitalisasi tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga dan melestarikan Keraton Surakarta Hadiningrat sebagai salah satu cagar budaya nasional yang memiliki nilai sejarah tinggi.

Program revitalisasi ini tidak hanya bertujuan mempertahankan keaslian bangunan bersejarah, tetapi juga meningkatkan fungsi Keraton sebagai pusat pelestarian budaya Jawa, pendidikan, penelitian, serta destinasi wisata sejarah yang lebih berkualitas.

Dengan penataan kawasan Keputren dan pembaruan Museum Keraton sesuai standar internasional, Keraton Surakarta diharapkan semakin representatif dalam menyajikan kekayaan sejarah dan budaya kepada masyarakat. Kehadiran museum dengan konsep modern juga diharapkan mampu memberikan pengalaman yang lebih edukatif bagi pelajar, akademisi, peneliti, hingga wisatawan domestik maupun mancanegara.

Selain memperkuat upaya pelestarian warisan budaya, revitalisasi kawasan Keraton Surakarta juga diproyeksikan memberikan dampak positif terhadap pengembangan pariwisata budaya di Kota Solo. Meningkatnya kunjungan wisatawan diharapkan turut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar melalui sektor jasa, ekonomi kreatif, dan usaha mikro yang berkembang di kawasan wisata budaya.

Melalui sinergi antara pemerintah dan Keraton Surakarta Hadiningrat, revitalisasi ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk memastikan warisan budaya adiluhung tetap terjaga, sekaligus mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman tanpa menghilangkan nilai-nilai sejarah yang melekat pada Keraton Surakarta.