SEMARANG, MettaNEWS – Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tahun 2026 mendapat sambutan luar biasa.
Sebanyak 942 orang mendaftar dalam program perdana ini, dengan 15 santri telah dipastikan lolos untuk melanjutkan studi ke luar negeri, sementara 98 peserta lainnya masih menjalani tahapan akhir seleksi.
Seleksi calon penerima beasiswa kini memasuki babak akhir melalui wawancara yang digelar di kompleks Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah, Jalan Setiabudi No. 201 A, Srondol, Semarang.
Dari hasil seleksi sebelumnya, sebanyak 15 santri jenjang strata satu (S1) telah dinyatakan lolos menerima beasiswa luar negeri.
Rinciannya, tiga orang akan menempuh studi bidang sains dan teknologi di China, satu orang mengambil program kedokteran di Al Azhar Mesir, tiga orang belajar di Universitas Al Ahqof Yaman, tujuh orang menempuh studi keislaman di Al Azhar Mesir, serta satu santri memperoleh kesempatan kuliah melalui program double degree.
Sementara itu, untuk beasiswa dalam negeri, sebanyak 98 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi. Mereka terdiri atas 43 santri jenjang S1 dan 55 pengasuh pesantren yang akan melanjutkan pendidikan magister (S2) maupun doktoral (S3).
Menariknya, dari 43 calon penerima beasiswa S1, sebanyak 10 orang memilih Program Studi Kedokteran, sedangkan 12 lainnya mengambil bidang Sains, Teknik, dan Matematika.
Para calon penerima beasiswa pengasuh pesantren mengikuti wawancara pada Sabtu (25/7/2026), sedangkan calon penerima beasiswa santri S1 menjalani wawancara pada Minggu (26/7/2026). Hasil akhir seleksi akan diumumkan pada 3 Agustus 2026 melalui laman resmi Pemprov Jawa Tengah dan aplikasi Jateng Ngopeni Nglakoni (JNN).
Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Provinsi Jawa Tengah, Prof. Dr. KH. Hasyim Muhammad, M.Ag., mengatakan program tersebut merupakan implementasi Program Pesantren Obah, salah satu program unggulan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.
Menurutnya, program beasiswa ini menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap pengembangan sumber daya manusia di lingkungan pesantren.
“Ini kepedulian Pemprov Jateng kepada pesantren di Jawa Tengah. Di luar sana banyak beasiswa, tetapi kemungkinan santri salaf sulit untuk bisa masuk, karena itu pemprov secara spesial memberi kesempatan emas ini. Semoga program ini berkah untuk semuanya,” ujarnya.
Hasyim menjelaskan, sosialisasi program telah dilakukan sejak setahun terakhir, baik secara langsung maupun melalui platform digital. Pendaftaran dibuka melalui aplikasi JNN serta situs resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Dari total 942 pendaftar, sebanyak 702 merupakan santri dan 240 lainnya pengasuh pesantren. Seluruh proses seleksi dilaksanakan oleh LFSP yang dibentuk Pemprov Jateng pada November 2025.
Ketua Panitia Seleksi, Dr. Wahid Abdulrahman, menjelaskan penilaian wawancara menitikberatkan pada kemampuan membaca kitab kuning dengan bobot 50 persen. Sementara hafalan Al-Qur’an memiliki bobot 20 persen, wawasan kebangsaan 15 persen, dan kepesantrenan 15 persen.
“Karena amanahnya beasiswa pesantren, maka kemampuan membaca kitab kuning nilainya paling tinggi, yakni 50 persen,” katanya.
Wahid menambahkan, beasiswa yang disediakan mencakup lima skema, yaitu Program Santri Vokasi dan S1 Dalam Negeri, Santri Vokasi dan S1 Luar Negeri, Program Double Degree Luar Negeri, Program Studi Keislaman di Al Azhar Mesir, Al Ahqof dan Imam Syafi’i Yaman, serta beasiswa S2 dan S3 bagi pengasuh pesantren.
Ia menjelaskan para penerima beasiswa dalam negeri dapat memilih perguruan tinggi negeri maupun swasta di Jawa Tengah yang telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sementara untuk luar negeri, mahasiswa akan ditempatkan di kampus-kampus mitra yang telah bekerja sama dengan Pemprov Jateng.
Wahid juga mengungkapkan terdapat sejumlah peserta yang tidak hadir pada jadwal wawancara hari pertama. Namun panitia memberikan kesempatan mengikuti wawancara susulan pada Minggu (26/7/2026) agar seluruh peserta yang lolos administrasi tetap memiliki kesempatan yang sama mengikuti tahapan seleksi akhir.








