Dies Natalis ke-34, UIN Surakarta Teguhkan LURIK dan Perkuat Gerakan Glokalisasi

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta memperingati Dies Natalis ke-34 dengan mengusung semangat memperkuat nilai-nilai LURIK sekaligus mengembangkan program glokalisasi. Puncak peringatan digelar di Aula Lantai 1 Gedung SBSN UIN Surakarta, Kamis (17/9/2026).

UIN Surakarta genap berusia 34 tahun pada 12 September 2026. Namun, puncak perayaan Dies Natalis digelar beberapa hari setelahnya untuk menyesuaikan dengan berbagai agenda dan kegiatan yang tengah berlangsung di lingkungan kampus.

Puncak Dies Natalis ke-34 tersebut dihadiri para tamu undangan dari berbagai instansi dan lembaga. Jajaran pimpinan UIN Surakarta juga turut hadir dan dipimpin langsung oleh Rektor UIN Surakarta, Prof. H. Toto Suharto.

Tahun ini, Dies Natalis UIN Surakarta mengangkat tema “Mentradisikan Lurik dan Mengunggulkan Glokalisasi”. Tema tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan sekaligus memperkuat Panca Amanat LURIK sebagai nilai utama yang menjadi landasan bagi seluruh sivitas akademika UIN Surakarta.

LURIK merupakan akronim dari Loyal, Unggul, Responsif, Inovatif, dan Kolaboratif. Lima nilai tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas dan aktivitas akademik di lingkungan kampus, tetapi juga semakin dikenal dan diterapkan secara lebih luas oleh masyarakat.

“LURIK ini adalah Loyal, Unggul, Responsif, Inovatif, dan Kolaboratif. Saya harap semangat LURIK ini bisa menjadi pedoman bagi seluruh sivitas akademika dalam menjalankan tugas-tugasnya,” ujar Rektor UIN Surakarta.

Menurutnya, momentum Dies Natalis menjadi kesempatan strategis untuk memperkenalkan nilai-nilai LURIK kepada masyarakat. Terlebih, perhatian publik terhadap UIN Surakarta terus berkembang seiring dengan berbagai program dan capaian yang dilakukan perguruan tinggi tersebut.

Selain memperkuat LURIK, UIN Surakarta juga berkomitmen melanjutkan program glokalisasi yang selama ini menjadi salah satu program unggulan kampus. Melalui konsep tersebut, UIN Surakarta berupaya mengembangkan daya saing di tingkat internasional sembari tetap mempertahankan dan memperkenalkan nilai-nilai serta kebudayaan lokal Indonesia.

“Glokalisasi adalah program utama UIN Surakarta yang menjadi program unggulan kami. Kami tidak hanya ingin menjadi kampus berkelas internasional, tetapi juga mampu menjadi salah satu pilar utama yang memperkenalkan kebudayaan lokal Indonesia ke seluruh dunia,” lanjut Toto.

Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya UIN Surakarta menuju kampus berkelas dunia atau world class university. Namun, orientasi internasional tersebut tetap dibarengi dengan penguatan identitas lokal sehingga perkembangan kampus tidak terlepas dari akar budaya Indonesia.

Puncak Dies Natalis ke-34 UIN Surakarta juga dihadiri Wali Kota Surakarta, Respati Ardi. Dalam kesempatan tersebut, Respati turut menjadi salah satu pengisi orasi ilmiah.

Respati berharap, memasuki usia ke-34 tahun, UIN Surakarta dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Menurutnya, peran perguruan tinggi tidak hanya sebatas menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik yang baik, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki akhlak mulia dan pemahaman agama yang kuat.

Dengan mengusung semangat LURIK dan glokalisasi, Dies Natalis ke-34 menjadi momentum bagi UIN Surakarta untuk meneguhkan identitas kelembagaan sekaligus memperkuat perannya dalam menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang berorientasi global tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal.