SOLO, MettaNEWS – Upaya memperkuat diplomasi akademik antara Indonesia dan China terus dilakukan. Salah satunya ditunjukkan oleh Dr. Elen Inderasari, dosen Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBI) Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta yang menjadi dosen tamu di Fujian Polytechnic Normal University (FPNU), China.
Selama lima hari, mulai 24 hingga 28 September 2025, Dr. Elen mengajar di School of Foreign Languages FPNU dengan materi pengajaran yang tidak biasa. Ia mengenalkan bahasa dan budaya Indonesia melalui pendekatan diplomasi kuliner, yakni mengenalkan kekayaan tradisi makanan Jawa Tengah yang berakar pada budaya Islam.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Elen juga mempresentasikan hasil penelitiannya berupa buku ajar BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) yang berjudul “WAKUL: Wawasan Kuliner Tradisi Islam Jawa Tengah”. Buku ini dirancang untuk mempermudah pembelajaran bahasa Indonesia dengan pendekatan budaya dan kuliner, sehingga lebih mudah diterima oleh mahasiswa asing.
“Saya sangat senang melihat antusiasme para mahasiswa yang mengikuti kelas saya selama di sana,” ungkap Elen.
Ia mengajar langsung di hadapan 20 mahasiswa semester 5 Jurusan Bahasa Indonesia FPNU. Antusiasme mahasiswa menurutnya menjadi bukti tingginya minat terhadap bahasa dan budaya Indonesia di luar negeri.
Rektor UIN Surakarta, Prof. Toto Suharto, mengapresiasi keikutsertaan Dr. Elen dalam forum internasional ini. Menurutnya, pengenalan budaya lokal melalui pendekatan global seperti diplomasi kuliner sangat sejalan dengan konsep glokalisasi yang diusung UIN Surakarta.
“Perihal kuliner yang dibawa Bu Elen sangat relevan dengan konsep glokalisasi—melokalkan yang global dan mengglobalkan yang lokal. Bahasa Indonesia bisa menjadi salah satu jalan mengangkat lokal ke global,” ujar Prof. Toto dari sela kegiatan bersama Menteri Agama di Wajo, Sulawesi Selatan.
Ia juga berharap langkah Elen ini akan menjadi inspirasi bagi dosen-dosen lainnya untuk aktif dalam kegiatan internasional yang tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga mengharumkan nama kampus dan bangsa Indonesia di mata dunia.








