SOLO, MettaNEWS – Bunda PAUD Kota Surakarta, Vanessa Respati, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Komisi IV DPRD Kota Surakarta atas dukungan anggaran yang diberikan untuk memperkuat layanan pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kota Solo.
Apresiasi tersebut disampaikan Vanessa saat menerima 25 guru PAUD yang berhasil menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) PAUD di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melalui program peningkatan kualifikasi dan kompetensi guru, di Loji Gandrung, Selasa (3/6/2026).
Menurut Vanessa, peningkatan kualitas pendidik merupakan langkah strategis dalam membangun fondasi pendidikan anak usia dini yang berkualitas. Sebab, PAUD menjadi fase penting dalam pembentukan karakter, kemampuan belajar, dan kesiapan anak sebelum memasuki pendidikan dasar.
“Peningkatan kualitas guru menjadi bagian penting dalam memperkuat fondasi pendidikan anak usia dini. Guru yang kompeten akan berperan besar dalam menyiapkan generasi yang unggul sejak usia dini,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Vanessa juga mengapresiasi persetujuan anggaran dari Komisi IV DPRD Kota Surakarta yang tidak hanya mendukung peningkatan kompetensi guru, tetapi juga memperluas akses pendidikan bagi peserta didik PAUD.
Dukungan anggaran tersebut mencakup bantuan pembayaran SPP bagi peserta didik PAUD swasta serta Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Surakarta (BPMKS) untuk PAUD negeri dan swasta dengan total nilai lebih dari Rp1,5 miliar.
“Harapan kami, melalui insentif ini anak-anak usia dini di Kota Surakarta yang sudah memenuhi usia PAUD dapat memperoleh akses pendidikan yang berkualitas. Faktor ekonomi tidak lagi menjadi alasan untuk tidak sekolah PAUD,” kata Vanessa.
Ia menegaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen bersama antara pemerintah daerah dan DPRD dalam memastikan seluruh anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan sejak usia dini.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Eni Idayati, menjelaskan bahwa program beasiswa bagi guru PAUD untuk menempuh pendidikan S1 di UNS merupakan salah satu upaya peningkatan kualitas tenaga pendidik.
“Alhamdulillah, pada tahun 2026 ini ada 25 guru PAUD yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan S1 di UNS. Semoga capaian ini dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan PAUD di Kota Surakarta,” ujarnya.
Menurut Eni, peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan layanan PAUD yang berkualitas dan sesuai dengan standar pendidikan nasional.
Vanessa menambahkan, kebijakan dukungan anggaran bagi PAUD juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Surakarta dalam mewujudkan program wajib belajar 13 tahun yang mencakup satu tahun pendidikan anak usia dini sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.
“Dengan demikian, program wajib belajar 13 tahun yang di dalamnya mencakup satu tahun pendidikan PAUD dapat terealisasi secara menyeluruh bagi anak-anak di Kota Surakarta,” tuturnya.
Diketahui, persetujuan anggaran untuk sektor PAUD tersebut telah dibahas dan disepakati dalam Rapat Koordinasi Wali Kota Surakarta bersama Komisi IV DPRD Kota Surakarta terkait pelaksanaan kebijakan pendidikan daerah yang digelar pada 28 Mei 2026.
Dengan dukungan anggaran tersebut, Pemerintah Kota Surakarta berharap kualitas layanan PAUD semakin meningkat, akses pendidikan semakin merata, serta angka partisipasi pendidikan anak usia dini terus bertambah dari tahun ke tahun.








