Perdamaian di Keraton Surakarta Mewujud, Dua Kubu Bertemu Gibran di Loji Gandrung

oleh
oleh
Perdamaian di Keraton Surakarta, dua kubu bertemu Gibran di Loji Gandrung.
Keluarga Keraton tiba di Loji Gandrung dan disambut Wali Kota Solo Gibran Rakabuming, Rabu (4/1/2023) | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Perdamaian di Keraton Surakarta tampak di depan mata. Wali Kota Solo Gibran Rakabuming mengundang kedua kubu yang berselisih untuk makan siang di rumah dinasnya, Loji Gandrung, Rabu (4/12/2023).

Gibran, menjelang pertemuan mengatakan kepada wartawan, pada pertemuan tersebut dia akan menyampaikan visi misi dan prioritas pembangunan dari Pemkot.

“Ya nanti saya sampaikan visi misi dari Pemkot Solo, visi dari saya prioritas pembangunan dan apa yang bisa kita sentuh,” ungkap Gibran sesaat menjelang pertemuan.

Namun, Gibran mengatakan tetap menjaga jarak, tidak mau melibatkan diri dalam konflik internal keraton yang sudah berlangsung hampir dua dekade.

“Tugas saya membangun saja, bantu-bantu, event-event itu saja,” tutur Gibran.

Dia menyebutkan harapan baik, adanya titik terang dari kedua belah pihak usai pertemuan internal kemarin sore, Selasa (3/1).

“Saya lihat kemarin kedua belah pihak sudah ada pertemuan. Kita ingin menjelaskan visi misi kita, pembangunan pioritas itu seperti apa, kenapa Keraton tidak di dalamnya, ini harus kita jelaskan bukan pilih kasih dan tidak memedulikan. Tapi ada faktor-faktor yang menghambat untuk bisa masuk ke situ,” tandasnya.

Perdamaian di Keraton Surakarta, Gibran Segera Cari Investor

Meskipun telah ada titik terang dengan bersatunya kedua belah pihak, Gibran mengatakan belum bisa menjamin anggaran yang akan diberikan ke Keraton.

“Pasti karena anggaran 2023 semua sudah matang. Sudah penetapan. Seandainya kemarin lebih awal sebelum saya berangkat ke Abu Dhabi itu bisa mengatur, dan mengalokasikan. Tapi kita carikan solusi lain nanti cari investor baru,” ungkap Gibran.

Dengan perdamaian di Keraton Surakarta yang menyatukan putra-putri PB XII, Gibran yakin akan lebih mudah untuk menarik investor.

“Saya yakin suasana adem kayak gini investor itu mau. Investor kita cari, kita pilih dan pilah siapa saja yang komitmen,” terangnya.

Seperti diberitakan, perselisihan muncul saat Raja Surakarta SISKS PB XII mangkat pada tahun 2004 tanpa menunjuk putra mahkota. Terjadi perebutan tahta yang berkepanjangan dan rumit. Terakhir, muncul dua kubu yakni PB XIII bersitegang dengan adik-adiknya yang membentuk Lembaga Dewan Adat di luar struktur resmi organisasi Keraton.