Kesadaran UMKM Bayar Pajak Cukup Tinggi DJP Jateng II Bekali Ilmu Tembus Ekspor

oleh
oleh
UMKM
Pelatihan tembus ekspor DJP Jateng II untu UMKM Solo | MettaNEWS /.Puspita

SOLO, MettaNEWS – Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah atau DJP Jateng II menyampaikan kesadaran pelaku UMKM di Kota Solo membayar pajak cukup tinggi.

Kesadaran dalam kewajiban perpajakan ini meliputi penghitungan, penyetoran, sampai pelaporan. Kewajiban membayar pajak ini untuk UMKM yang omzetnya telah lebih dari Rp 500 juta setahun.

“Hitungannya seperti ini, misalnya, omzetnya Rp 600 juta setahun. Berarti yang kena pajak itu Rp 100 juta. Baru membayar pajak sebesar 0,5 persen. Jadi yang Rp 500 juta, tidak kena pajak,” ungkap Kepala Kantor Wilayah DJP Jateng II, Slamet Sutantyo.

Untuk mendukung kenaikan omzet UMKM, DJP Jateng 2 menggelar kegiatan Road to Business Matching UMKM Siap Ekspor Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Satu Jateng di aula Kantor DJP Jateng II, Kamis (8/6/2023).

Pelaku UMKM di Kota Solo mendapat pembinaan tentang administrasi pembukuan biaya produksi. Tujuannya, agar laporan keuangan usahanya tertata jelas. Sehingga memudahkan dalam pelaporan pajaknya.

“Sejauh ini, kepatuhan UMKM Kota Solo dalam pelaporan pajak juga cukup tinggi,” tuturnya.

Tema kegiatan seminar kali ini mengambil isu strategis perekonomian yaitu bagaimana meningkatkan UMKM ke taraf selanjutnya, untuk dapat mengekspor produknya.

Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Tengah, Muhdi menambahkan para UMKM juga mendapat pengetahuan. Apabila menemui kendala permodalan ketika memulai tahapan ekspor,

“Kami juga berkolaborasi dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Mereka dapat mengajukan bantuan melalui LPEI,” ujarnya.

Muhdi mengungkapkan, UMKM menghadapi tantangan yang sangat kompleks.

“Tidak hanya soal supply atau permodalan. Namun juga dalam hal pembentukan atau dukungan terkait demand dan turunannya. Seperti pasar dan lain sebagainya,” jelasnya.

Yang menarik dari kegiatan ini, selain seminar para UMKM juga  berkesempatan untuk memamerkan produknya.

“Harapannya dengan kegiatan seperti ini, dapat mendorong UMKM untuk naik kelas dan menjadi penggerak roda perekonomian Indonesia di masa sekarang dan berkesinambungan di masa yang akan datang,” pungkas Muhdi.