Sekolah Nyaris Roboh di Grobogan Segera Direvitalisasi, Pemprov Jateng Pastikan Dana Cair Agustus 2026

oleh
oleh

GROBOGAN, MettaNEWS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan Sekolah Dasar (SD) Negeri Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, yang mengalami kerusakan parah hingga sebagian bangunannya roboh, akan segera direvitalisasi melalui bantuan pemerintah pusat.

Dana rehabilitasi ditargetkan mulai cair pada Agustus 2026 sehingga perbaikan lima ruang kelas yang rusak dapat segera dilaksanakan.

Kepastian tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sadimin, usai meninjau langsung kondisi sekolah pada Kamis (23/7/2026). Peninjauan dilakukan atas arahan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi bangunan sekolah yang rusak akibat faktor usia dan serangan rayap.

Sadimin menjelaskan, Pemprov Jawa Tengah telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah untuk mempercepat proses revitalisasi sekolah tersebut.

“Pemprov Jawa Tengah ikut membantu percepatan perbaikan. Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui BBPMP Jawa Tengah, dan insya Allah sekolah ini memperoleh bantuan revitalisasi. Minggu depan akan dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama,” bebernya.

Sadimin menyebut, setelah penandatanganan kerja sama dilakukan, proses pencairan anggaran ditargetkan berlangsung pada Agustus 2026. Dengan begitu, rehabilitasi lima ruang kelas yang mengalami kerusakan berat dapat segera dimulai.

“Insya Allah Agustus dana sudah cair sehingga bangunan yang rusak bisa segera diperbaiki,” katanya.

Selama proses pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan dengan memanfaatkan ruang kelas yang masih dinilai aman dan layak digunakan. Langkah tersebut dilakukan agar hak para siswa untuk memperoleh pendidikan tidak terganggu.

“Anak-anak sementara belajar di ruang yang masih aman dan layak digunakan sehingga pembelajaran tetap berjalan,” tambahnya.

Selain mengawal percepatan bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah juga memberikan bantuan sebesar Rp50 juta untuk mendukung penanganan darurat di SDN Tanggirejo.

Sebelumnya, kondisi SDN Tanggirejo menjadi perhatian publik setelah sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan berat dan sebagian bangunannya roboh. Akibat keterbatasan ruang belajar, pihak sekolah menerapkan sistem pembelajaran bergantian dengan memanfaatkan ruang kelas yang masih layak, termasuk musala sekolah, agar proses belajar mengajar tetap berlangsung.

Melalui percepatan revitalisasi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap proses perbaikan dapat segera rampung sehingga para siswa dan guru kembali memperoleh lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan representatif.