SOLO, MettaNEWS – Cucu pertama Presiden Joko Widodo, Jan Ethes Srinarendra menghadiri perayaan Cap Go Meh 2574 di Pendapi Balai Kota Solo, Minggu (5/2/2023) malam.
Jan Ethes datang bersama kedua orangtuanya, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming dan Selvi Ananda serta adiknya, La Lembah Manah.
Pantauan MettaNEWS, Gibran datang pukul 19.11 WIB. Keluarga orang nomor satu se-Solo ini kemudian menyapa panitia Imlek bersama dan tamu undangan yang hadir dalam perayaan Imlek tersebut.
Aatraksi Barongsai Tripusaka pun menyambut kedatangan Gibran dan keluarga. Gibran, Selvi, Jan Ethes maupun La Lembah pun tampak berinteraksi dengan pemain kesenian khas Tionghoa ini.
Bahkan Jan Ethes dan La Lembah juga berani memberi angpao pada barongsai-barongsai tersebut. Padahal sebelumnya Jan Ethes pernah takut dengan barongsai.
Namun kali ini ia tampak menikmati penampilan kesenian Tionghoa yang satu ini. Tidak hanya sekali dua kali, Jan Ethes juga terlihat memberi angpao berulang kali dengan cara mendekatkan dirinya ke barongsai.
La Lembah pun demikian. Meski harus dibantu Selvi, bocah 3 tahun itu juga tampak menyodorkan angpao ke mulut barongsai. Ia juga terlihat bertepuk tangan mengikuti irama musik barongsai.
Ditemui usai acara, Selvi mengungkapkan bahwa putra sulungnya tak lagi takut dengan barongsai semenjak tahu bahwa ada orang dalam tubuh boneka tersebut.
“Jan Ethes sempat takut brongsai? Enggak (takut). Sudah tahu yang nari orang dalamnya. Kasih apa? Angpao. Sama aja,” ujar Selvi kepada usai perayaan Cap Go Meh usai.
Selvi juga berharap perayaan Imlek 2574 ini membawa berkah sejahtera serta kedamaian bagi semua
“Imlek ya harapannya semoga semakin keberkahan yang datang. Semakin sejahtera damai,” tukasnya.
Perayaan Cap Go Meh Puncak Imlek 2023 Sedot Wisatawan
Sementara itu, Gibran menyinggung soal berpindahnya wisatawan ke Solo saat libur Imlek 2023.
“Ini saya mau menampilkan berita, isinya wisatawan banyak yang pindah ke Solo saat libur Imlek 2023. Pemda DIY diminta meniru Pemkot Solo. Padahal biasanya kita yang belajar atau meniru Jogja, tapi ini kebalikannya,” ujar Gibran.
Gibran menyebut Ketua PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) DIY menyarankan agar seluruh pelaku wisata di Jogja hati-hati. Sebab kini Kota Solo mulai mengejar Jogja.
“Ini sebuah warning bahwa Solo semakin mengejar Jogja. Dari segi jumlah promosi sudah mulai mengejar Jogja. Alhamdulillah pemasangan ornamen mulai dari Natal hingga Imlek berjalan lancar,” kata dia.
Gibran juga menyingung tidak adanya protes atas pemasangan ornamen Nasrani dan Konghucu di Jalan Jenderal Sudirman-Gladag, Pasar Gede-Balai Kota Solo.
“Tidak ada yang protes yang paling penting UMKM PKL laris semua. Kita dari Natal sampai Imlek aman semua. Terimakasih Pak Danrem, Dandim dan Kapolresta Solo ini luar biasa sekali,” ujar Gibran.







