Cap Go Meh di Solo, Sederhana Tanpa Kehilangan Makna

oleh
oleh
cap go meh
Perayaan Cap Go Meh di Pendhapi Gedhe Balai Kota Solo, Selasa (15/02/2022) | Metta News / Puspita

SOLO, Metta NEWS – Perayaan Cap Go Meh di Solo berlangsung secara sederhana namun tetap meriah. Cap Go Meh atau hari ke 15 sesudah Imlek dirayakan di Pendhapi Gedhe Balai Kota Solo, Selasa (15/02/2022) malam. 

Berbeda dari perayaan Cap Go Meh sebelum masa pandemi, setelah sempat tidak diadakan selama 2 tahun, di Imlek 2573 ini atas arahan Pemerintah Kota Solo, Panitia Bersama Imlek 2573 kembali menyelenggarakan Cap Go Meh dengan tamu yang terbatas dan protokol kesehatan yang ketat. 

Acara dibuka dengan penampilan Barongsai sebagai cucuk lampah menyambut kehadiran Wali Kota Solo Gibran Rakabuming, dilanjutkan dengan performance Riana Dance.  

Sama seperti perayaan Cap Go Meh setiap tahunnya, untuk mendapatkan berkah Imlek sepanjang tahun macan air ini ada doa bersama perwakilan dari 6 agama. 

Tanpa ada sambutan, Wali Kota beserta segenap Forkopimda menyampaikan ucapan Selamat Imlek 2022 bersama dengan Panitia Bersama Imlek dan seluruh tamu undangan. 

Menggandeng Metta EO, acara yang dimulai tepat pukul 18.30 WIB ini berlangsung khidmat dan selesai pada pukul 20.00 WIB.  

Ketua Panita Bersama Imlek 2022 Sumartono Hadinoto menjelaskan panitia penyelenggara menerapkan protokol kesehatan yang ketat pada event Cap Go Meh ini.

“Tamu undangan tidak lebih dari 180 orang, atau hanya 30 meja dimana satu meja hanya diisi 6 orang agar jarak tetap terjaga,” tandas Sumartono.

Selain itu, lanjut Sumartono, untuk semua tamu yang hadir wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi, cek suhu tubuh, menggunakan handsanitizer yang sudah disiapkan oleh panitia dan wajib bermasker.

“Usai Cap Go Meh yang menjadi penutup rangkaian Imlek 2022 ini, seribu lampion yang terpasang di jembatan Pasar Gede dan sekitar Balai Kota akan dilepas. Kami tidak ingin terjadi klaster Covid karena kerumunan di area lampion,” tegas Sumartono.

Ditemui usai acara, Ketua Umum PMS Wymbo Widjaksono menjelaskan meskipun berlangsung sederhana namun perayaan Cap Go Meh tahun ini tetap penuh makna. 

“Ya memang kita mengikuti arahan pak Wali mengadakan ini. Sebetulnya kan kita membatasi diri juga lah karena pandemi ini. Jadi kita rayakan sesederhana mungkin. Dan memang ini tadi tidak terlalu berkerumun, acara juga lancar tepat waktu selesainya,” tutur Wymbo. 

Wymbo mengungkapkan meskipun digelar secara sederhana namun perayaan Imlek dan Cap Go Meh tidak berkurang maknanya. 

“Ya ya penting itu, tidak mengurangi maknanya. Karena masih pandemi, pembatasan kegiatan juga perlu. Semua tahu ya varian baru ini penyebarannya cepat, tapi tidak sampai mematikan kalau cepat ditanggulangi. Jadi teman-teman kalau ada yang merasa badannya ngga enak ya di rumah dulu atau langsung periksa ke dokter,” ujar Wymbo. 

Sementara itu, Wali Kota Gibran berharap dengan perayaan Cap Go Meh ini membawa berkah bagi semua warga. 

“Ini tadi acaranya lancar dan tertib. Semoga membawa berkah untuk kita semua warga Solo dan pandemi cepat berakhir,” kata Gibran.

Gibran menyebut meskipun sederhana tetapi perayaan Imlek tetap terasa bagi warga Solo.

“Ya ada bedanya dari sebelum pandemi. Kalau dulu kan sepanjang Gladag dan Pasar Gede penuh lampion. Ini lampion shionya cuma 1 di depan, kadang lampu lampionnya juga kita matikan, agar tidak menimbulkan kerumunan,” jelas Gibran.