TEMANGGUNG, MettaNEWS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat integrasi transportasi antardaerah melalui pengembangan layanan angkutan aglomerasi Trans Jateng di kawasan Gelangmanggung yang meliputi Kabupaten Temanggung, Kabupaten Magelang, dan Kota Magelang. Koridor baru tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus 2027 untuk mendukung mobilitas masyarakat, pendidikan, hingga sektor pariwisata.
Komitmen pengembangan layanan Trans Jateng Gelangmanggung ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Magelang, Pemerintah Kota Magelang, dan Pemerintah Kabupaten Temanggung di Pendopo Kabupaten Temanggung, Rabu (3/6/2026).
Kesepakatan itu ditandatangani langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Bupati Magelang Grengseng Pamuji, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono, serta Bupati Temanggung Agus Setyawan.
Dokumen tersebut merupakan tindak lanjut dari komitmen bersama yang telah disepakati pada 14 Januari 2026 untuk memperkuat integrasi layanan transportasi publik di kawasan aglomerasi Gelangmanggung.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah Arief Djatmiko mengatakan, seluruh pihak saat ini mulai mempersiapkan tahapan teknis dan pembagian tugas sesuai kewenangan masing-masing agar layanan dapat beroperasi sesuai target pada 2027.
“Trans Jateng sesuai rencana diarahkan pada 2027 untuk pengembangan Gelangmanggung. Tahapannya sudah dimulai sejak tahun lalu melalui penandatanganan komitmen bersama. Kesepakatan ini untuk memperjelas peran masing-masing pihak,” papar Arief.
Melalui kerja sama tersebut, pemerintah daerah dan provinsi akan melakukan sinkronisasi program, dukungan pembiayaan, pengembangan layanan yang terintegrasi dengan angkutan pengumpan (feeder), hingga penyediaan sarana dan prasarana pendukung.
Koridor Trans Jateng Gelangmanggung direncanakan melayani rute Temanggung–Kota Magelang–Kabupaten Magelang pulang-pergi dengan dukungan 14 armada bus. Layanan akan beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 19.00 WIB dengan interval kedatangan bus sekitar 15 hingga 20 menit.
Menurut Arief, penggunaan armada bus listrik masih dalam tahap kajian. Pemerintah perlu mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari efisiensi operasional, biaya investasi, hingga kesesuaian armada dengan kondisi geografis dan karakteristik medan di kawasan tersebut.
Selain meningkatkan konektivitas antarwilayah, kehadiran koridor baru ini juga diharapkan mampu mengintegrasikan berbagai moda transportasi yang telah tersedia. Trans Jateng Gelangmanggung nantinya akan terkoneksi dengan koridor Magelang–Purworejo yang telah terhubung dengan jaringan transportasi nasional melalui layanan kereta api.
Di tingkat lokal, layanan tersebut juga akan disinergikan dengan program angkutan sekolah gratis yang telah berjalan di Kabupaten dan Kota Magelang. Selain itu, koridor ini akan mendukung akses menuju berbagai destinasi wisata unggulan di kawasan Gelangmanggung.
“Angkutan sekolah gratis akan diintegrasikan dengan Trans Jateng. Rute menuju tempat wisata juga akan kami hubungkan sehingga sistem transportasi dapat berjalan sesuai fungsi dan saling mendukung,” kata Arief.
Saat ini, layanan Trans Jateng telah beroperasi pada tujuh koridor dengan total 115 armada bus yang melayani empat kawasan pengembangan, yakni Kedungsepur, Solo Raya, Banyumas Raya, serta Purworejo–Magelang.
Dengan hadirnya koridor Gelangmanggung pada 2027 mendatang, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap jangkauan layanan transportasi massal semakin luas, sekaligus menghadirkan sistem transportasi yang aman, nyaman, terjangkau, dan terintegrasi bagi masyarakat di wilayah Temanggung, Kota Magelang, dan Kabupaten Magelang.








