Ornamen Masjid Zayed dan Lampion Ramadan Terpasang di Balai Kota-Pasar Gede

oleh
Ornamen
Ornamen replika Masjid Raya Sheikh Zayed terpasang di halaman Balai Kota Solo, Kamis (23/3/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Halaman Balai Kota Solo, Jalan Jenderal Sudirman (Jendsu) hingga Gladag dihiasi dengan ornamen bulan suci Ramadan 1444 Hijriah.

Yang paling menyita perhatian yakni oranemen Masjid Raya Sheikh Zayed berwarna putih di Plaza Balai Kota Solo. Ornamen dari replika Grand Mosque Abu Dhabi Uni Emirat Arab (UEA) ini jadi yang terbesar ketimbang ornamen Ramadan lainnya.

Selain ornamen Masjid Zayed, dua pohon beringin Balai Kota juga dipasangi lampu bergaya Turki. Ratusan lampu tampak cantik bergantungan.

Sepanjang Jalan Jendsu-Gladag terdapat ornamen menara masjid berjumlah 8. Kedelapan ornamen ini berjajar rapi di antara pembatas jalan.

Di Bundaran Gladag, terdapat ornamen Masjid Zayed berbentuk satu kubah dan tiga menara. Di atasnya terpasang simbol bulan sabit berwarna emas.

Menuju Bank Indonesia, berdiri sebuah gapura Kampung Ramadan 2023. Sebuah agenda tahunan bulan suci Ramadan Pemerintah Kota Solo.

Sampai di jembatan Pasar Gede hingga Tugu Jam, ratusan lampion bertuliskan Ramadan Light Festival 1444 H bernuansa putih.

Ratusan lampion Festival Lampu ini akan menyala saat pembukaan Kampung Ramadan pada Sabtu (25/3/2023) petang.

Ornamen Kampung Ramadan 1444 H

Ornamen
Ornamen Kampung Ramadan 2023 terpasang di Jalan Jenderal Sudirman Solo, Kamis (23/3/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo akan menggelar Kampung Ramadan selama satu bulan lebih. Pembukaanya akan berlangsung pada Sabtu (25/3/2023) pukul 17.00 WIB di halaman Balai Kota Solo.

Kepala Bidang Seni Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Orbawati mengatakan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka dan sang istri, Selvi Ananda rencananya hadir saat pembukaan Kampung Ramadan ini.

“Acaranya nanti kami buka tanggal 25 Maret harinya Sabtu pukul 17.00 oleh Pak Wali Kota. Nanti berlangsung sampai Lebaran. Kalau festival lampu sampai seminggu setelah Lebaran. Kampung Ramadan ini hampir sama dengan tahun lalu,” kata Orba saat dihubungi MettaNEWS, Selasa (21/3/2023).

Pembukaan Kampung Ramadan juga bebarengan dengan peringatan Earth Hour atau Hari Bumi. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kemudian mengonsep peringatan Hari Bumi ini dengan mematikan festival lampu selama satu jam.

“Rencananya Pak Wali memukul bedug sebagai penanda kita memulai Kampung Ramadan dan berpuasa selama 1 bulan. Festival lampu bernuansa Islami Balai Kota, Pasar Gede sampai Gladagnya kita hidupkan,” terang dia.

Setelah acara tarawih itu nanti jam 21.30 lampu yang semula hidup kami matikan sebagai penanda Hari Bumi. Selama 1 jam kemudian nanti jam 22.30 kami hidupkan lagi,” bebernya.