Penumpang KA BIAS Daop 6 Yogyakarta Naik 22 Persen pada Semester I 2026, Solo Balapan Jadi Stasiun Tersibuk

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta mencatat pertumbuhan positif pada layanan Kereta Api Bandara Adi Soemarmo (KA BIAS) selama Semester I 2026. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, jumlah penumpang yang naik dan turun mencapai 505.505 orang, atau meningkat 22,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 413.874 penumpang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 245.387 penumpang berangkat dari stasiun-stasiun di wilayah Daop 6, sedangkan 260.118 penumpang tercatat sebagai penumpang datang.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api sebagai moda transportasi untuk mobilitas harian, perjalanan wisata, hingga akses menuju Bandara Adi Soemarmo.

“Sebagai salah satu komitmen KAI Daop 6 Yogyakarta untuk terus meningkatkan konektivitas masyarakat, KA BIAS tidak hanya menyambungkan kota ke kota, tetapi juga memudahkan mobilitas melalui integrasi antarmoda. Pertumbuhan pelanggan ini menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap transportasi antarkota jarak dekat yang nyaman, cepat, dan memiliki kepastian waktu,” ujar Feni.

Feni menyampaikan, meningkatnya jumlah pengguna KA BIAS menjadi bukti bahwa transportasi massal semakin dipercaya masyarakat sebagai alternatif perjalanan yang efisien sekaligus mendukung pengurangan kemacetan dan keberlanjutan lingkungan.

Data Daop 6 mencatat, volume penumpang tertinggi terjadi pada Mei 2026. Pada bulan tersebut, jumlah penumpang yang berangkat mencapai 47.434 orang, sementara penumpang yang datang mencapai 49.490 orang.

Lonjakan itu dipengaruhi banyaknya hari libur nasional dan long weekend sepanjang Mei, termasuk momentum libur Hari Raya Iduladha yang mendorong meningkatnya mobilitas masyarakat.

Dari sisi stasiun, Solo Balapan menjadi titik dengan aktivitas penumpang tertinggi, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan.

Untuk keberangkatan, tiga stasiun dengan jumlah penumpang terbanyak yakni Solo Balapan sebanyak 118.419 penumpang, disusul Sragen 40.975 penumpang, dan Solo Jebres 34.064 penumpang.

Sementara untuk kedatangan, Solo Balapan mencatat 113.892 penumpang, kemudian Solo Jebres 47.222 penumpang, dan Sragen 36.998 penumpang.

Feni menjelaskan, KA BIAS melayani sejumlah titik strategis mulai dari Bandara Adi Soemarmo, Kadipiro, Solo Balapan, Solo Jebres, Palur, Sragen, Walikukun, Ngawi, Magetan, hingga Madiun.

“Keterhubungan di titik-titik tersebut menjadi pilihan perjalanan yang lebih praktis bagi masyarakat yang ingin bepergian dari pusat kota, kawasan permukiman, pusat pendidikan, kawasan ekonomi, hingga akses bandara. Keberadaan layanan ini mempermudah mobilitas masyarakat, baik untuk keperluan penerbangan maupun sebagai sarana transportasi wisata di wilayah Solo dan sekitarnya,” katanya.

KAI Daop 6 Yogyakarta menegaskan akan terus mengoptimalkan layanan integrasi antarmoda serta menjaga kualitas pelayanan agar kereta api tetap menjadi pilihan utama transportasi publik yang efisien, nyaman, dan dapat diandalkan.