Jadi Percontohan Kota Toleransi dan Jujugan Wisatawan, Gibran Tawarkan Perluasan Lokasi Perayaan Imlek 2024

oleh
Event keagamaan Cap Go Meh kota toleransi
Event keagamaan puncak Imlek 2774 Cap Go Meh Pendapi Balai Kota Solo jadi percontohan Kota Toleransi, Minggu (5/2/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Menyusul adanya pernyataan bahwa Solo jadi percontohan Kota Toleransi dan jujugan wisatawan. Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka menawarkan perluasan lokasi saat perayaan Imlek tahun 2024. Baik untuk pemasangan ornamen lampion maupun untuk event.

Ia juga menyingung perihal event keagamaan Imlek maupun yang lainnya harus berdampak baik ke pelaku usaha. Pun dengan adanya pernyataan bahwa Solo semakin mengejar Jogja lewat berbagai event yang ada. Menambah keyakinannya untuk menggenjot event serupa.

“Ya yang penting lancar semua aman. banyak melibatkan umkm udah itu aja. Memperpanjang lokasi ya kalau dari panitia bersama imlek dan donatur sanggup. Kami siap memfasilitasi,” ujarnya saat perayaan Cap Go Meh 2574, Pendapi Balai Kota Solo, Minggu (5/2/2023).

Lewat berbagai event keagamaan, Gibran menyebut Solo tidak hanya menjadi percontohan Kota Toleransi. Namun juga jujugan wisatawan yang kian mengejar Jogja.

“Ya pokoknya selain untuk tempat jujugan wisata juga jadi simbol Solo Kota Toleransi,” ujar Gibran.

Ia menyebut saat ini Solo miliki toleransi yang tinggi antara satu dengan yang lainnya. Ini terbukti dengan beragamnya perayaan maupun event keagmaan yang berlangsung tanpa adanya protes.

“Tingkat toleransi ya sudah cukup baik. Kita selama ini kan acara keagamaan lancar semua. Kayak Imlek Natal bukan hanya yang merayakan saja, tapi seluruh golongan,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Imlek 2023, Sumartono Hadinoto menyambut baik predikat Solo Kota Toleransi. Hal ini sesuai dengan visi misinya dalam menggelar event keagamaan baik Natal maupun Imlek.

“Sesuai dengan visi misi panitia Imlek salah satunya kami mengharap Solo menjadi salah satu kota wisata Imlek Indonesia,” ujarnya.

Solo Kota Toleransi Bagi Semua Agama

Dengan adanya dukungan dari Pemkot dalam memberikan ruang yang luas dan indah, pihaknya dapat mengekspresikan event budaya dan agama.

“Kita berharap wong Solo akan semakin toleransi dan semakin mengerti wawasan kebangsaan dan tentunya ikut berkontribusi nyata,” kata Sumartono.

Ia juga mengapresiasi langkah Kota Solo untuk mengejar Jogja dalam hal wisata. Ia berharap event keagamaan yang lainnya juga dapat membawa dampak baik untuk Solo.

“Kami sangat apresiasi dan bersyukur karena sejak Natal kemarin branding Solo Kota Toleransi betul-betul terlihat dan setiap orang semua merasa,” terangnya.

“Sehingga semua orang berwisata ke Solo bisa lebih nyaman dan ada sesuatu yang memang layak disinggahi. Tentunya kami panitia Natal Imlek lebaran dan panitia event budaya dan keagamaan yang lain harusnya siap berkontrubusi sekecil apapun sehingga semuanya bisa datang ke Solo,” tukas Sumartono.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Imlek 2023, Sumartono Hadinoto menyambut baik predikat Solo Kota Toleransi. Hal ini sesuai dengan visi misinya dalam menggelar event keagamaan baik Natal maupun Imlek.

“Sesuai dengan visi misi panitia Imlek salah satunya kami mengharap Solo menjadi salah satu kota wisata Imlek Indonesia,” ujarnya.

Dengan adanya dukungan dari Pemkot dalam memberikan ruang yang luas dan indah, pihaknya dapat mengekspresikan event budaya dan agama.

“Kita berharap wong Solo akan semakin toleransi dan semakin mengerti wawasan kebangsaan dan tentunya ikut berkontribusi nyata,” kata Sumartono.

Ia juga mengapresiasi langkah Kota Solo untuk mengejar Jogja dalam hal wisata. Ia berharap event keagamaan yang lainnya juga dapat membawa dampak baik untuk Solo.

“Kami sangat apresiasi dan bersyukur karena sejak Natal kemarin branding Solo Kota Toleransi betul-betul terlihat bukan hanya disampaikan setiap orang semua merasa,” terangnya.

“Sehingga semua orang berwisata ke Solo bisa lebih nyaman dan ada sesuatu yang memang layak disinggahi. Tentunya kami panitia Natal Imlek lebaran dan panitia event budaya dan keagamaan yang lain harusnya siap berkontrubusi sekecil apapun sehingga semuanya bisa datang ke Solo,” tukas Sumartono.