Gubernur Ahmad Luthfi Instruksikan Penanganan Menyeluruh hingga Pemulihan Pascabencana di Pemalang

oleh
oleh

PEMALANG, MettaNEWS – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, tidak hanya pada fase tanggap darurat, tetapi hingga pemulihan kehidupan masyarakat terdampak.

Penegasan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat meninjau langsung tindak lanjut penanganan bencana di Kecamatan Pulosari, Jumat (30/1/2026). Dalam kunjungan tersebut, Gubernur memberikan arahan kepada jajaran pemerintah daerah agar penanganan pascabencana dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi.

“Hari ini kita memastikan seluruh masyarakat terdampak tertangani secara clear dan paripurna,” tegas Ahmad Luthfi usai memberikan arahan di Kantor Kecamatan Pulosari dan meninjau lokasi terdampak di Desa Penakir.

Ahmad Luthfi menjelaskan, sejak Bupati Pemalang menetapkan status darurat bencana, penanganan telah dilakukan secara holistik. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) serta pemangku kepentingan terkait, baik di tingkat kabupaten, provinsi, hingga pemerintah pusat, telah dilibatkan sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.

Dalam arahannya, Gubernur menekankan sejumlah aspek krusial yang harus menjadi perhatian utama, mulai dari penanganan pengungsi, keberlanjutan pendidikan anak-anak, layanan kesehatan, penyediaan hunian sementara hingga hunian tetap, serta percepatan perbaikan sarana dan prasarana umum.

Berdasarkan data sementara, bencana di Kecamatan Pulosari berdampak pada 813 kepala keluarga atau 2.777 jiwa yang harus mengungsi. Selain itu, sekitar 80 rumah dilaporkan mengalami kerusakan, 78 bidang lahan terdampak, serta belasan jembatan mengalami kerusakan.

“Sehingga masyarakat yang betul-betul terdampak terbantu secara maksimal. Yang paling penting bukan hanya hari ini, tetapi bagaimana masyarakat ke depan bisa bangkit kembali,” tegasnya lagi.

Untuk mendukung pemulihan, Ahmad Luthfi meminta pendataan korban dilakukan secara rinci dan akurat dengan sistem by name by address. Pendataan tersebut mencakup kerusakan rumah, lahan pertanian, barang berharga, hingga hewan ternak sebagai dasar penyaluran bantuan dan pemulihan sosial ekonomi.

“Sawah yang tergenang akan diajukan sebagai gagal panen agar bisa diklaim melalui asuransi,” kata Ahmad Luthfi yang didampingi Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.

Di sektor pendidikan, Gubernur menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk menyiapkan tempat belajar sementara bagi anak-anak pengungsi, serta menugaskan guru-guru agar tetap mendampingi proses pembelajaran di lokasi pengungsian. Sementara di bidang kesehatan, ia meminta pemeriksaan kesehatan dilakukan secara rutin dan memastikan rujukan cepat ke rumah sakit terdekat jika ditemukan kondisi darurat.

Langkah-langkah tersebut, menurut Ahmad Luthfi, merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan masyarakat terdampak tidak hanya selamat dari bencana, tetapi juga mampu pulih dan kembali menjalani kehidupan secara layak.