Tinjau Banjir Bandang Pemalang, Wagub Taj Yasin Minta Pemerintah Pusat Perkuat Hutan Lindung

oleh
oleh

PEMALANG, MettaNEWS – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin meninjau langsung lokasi terparah terdampak banjir bandang di kawasan lereng Gunung Slamet, tepatnya di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Minggu (25/1/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan korban sekaligus mengkaji penyebab bencana.

Di lokasi, sejumlah rumah warga di bantaran Kali Penakir tampak rusak akibat terjangan banjir bandang. Material kayu yang hanyut terbawa arus deras menimpa permukiman warga. Dari hasil pengamatan awal, Taj Yasin melihat banyak pohon yang tercabut dengan kondisi akar masih segar.

“Kalau melihat akarnya masih segar, itu karena tergerus derasnya arus,” kata Taj Yasin di sela peninjauan.

Gus Yasin yang datang mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi juga mengingatkan bahwa kawasan tersebut pernah mengalami kebakaran hutan besar pada 2017. Menurutnya, sisa material kebakaran yang belum sepenuhnya dibersihkan berpotensi ikut terbawa arus banjir bandang.

Untuk memastikan penyebab bencana secara komprehensif, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan melakukan pemetaan lanjutan. Namun, kondisi cuaca yang masih mendung dan gelap membuat pemantauan menggunakan drone maupun pengawasan lapangan belum dapat dilakukan secara optimal.

“Dalam waktu dekat ini kita coba nanti kita lihat situasi, karena kondisinya masih mendung dan gelap,” tuturnya.

Melalui bencana ini, Taj Yasin menegaskan akan mengusulkan kepada pemerintah pusat agar kawasan hutan lindung benar-benar diperkuat dan mendapat perhatian serius. Ia menilai, momentum bencana ini seharusnya dimanfaatkan untuk menyatukan langkah lintas daerah di sekitar kawasan hulu Gunung Slamet.

“Nah, momen ini sebenarnya pas untuk menyatukan lima kabupaten di sekitar Gunung Slamet agar bersama-sama mengajukan penguatan status dan pengelolaan hutan lindung,” jelasnya.

Sebagai informasi, banjir bandang melanda wilayah Kecamatan Pulosari dan Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, akibat hujan ekstrem yang mengguyur lereng Gunung Slamet sejak Jumat malam, 13 Januari 2026. Intensitas hujan tinggi menyebabkan meluapnya Sungai Kali Soso, Kali Penakir, dan Sungai Gintung, sehingga merendam permukiman warga dan merusak infrastruktur.

Berdasarkan pendataan sementara, 252 kepala keluarga atau 911 jiwa terdampak langsung bencana ini. Pemerintah menyiapkan sejumlah lokasi pengungsian, yakni Kantor Kecamatan Pulosari yang menampung 148 jiwa, Gedung PC NU sebanyak 381 jiwa, serta SDN 02 Penakir dengan 30 jiwa pengungsi.

Satu orang warga dilaporkan meninggal dunia di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari. Selain itu, dua warga Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, masih dalam proses pencarian. Sementara tujuh warga Desa Sima, Kecamatan Moga, mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis.

Banjir bandang juga mengakibatkan kerusakan serius pada sejumlah infrastruktur vital. Jembatan Walim dan Jembatan Beser di Desa Gunungsari yang menghubungkan Dusun Silegok–Sipendil dilaporkan terputus. Jembatan di Dusun Batursari pada Sungai Comal, perbatasan Desa Penakir, juga rusak berat hingga terputus. Selain itu, Jembatan Sungai Reas di Desa Jurangmangu rusak, serta jaringan perpipaan di desa tersebut hanyut terbawa arus.

Kerusakan pada sektor perumahan meliputi delapan unit rumah hanyut, 18 unit rumah rusak berat, dan 24 unit rumah rusak sedang.

Atas kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pemalang menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari, terhitung mulai 24 Januari hingga 6 Februari 2026. Berbagai langkah penanganan telah dilakukan, antara lain evakuasi warga, pendirian posko logistik dan dapur umum, layanan kesehatan keliling, serta pembersihan material dan asesmen kerusakan infrastruktur.

Dalam kunjungan tersebut, Wagub Jateng juga menyalurkan bantuan senilai Rp217.602.326 yang terdiri dari bahan makanan dan non-makanan, beras satu ton, kasur, tenda gulung, selimut, family kit, serta perlengkapan anak.