SOLO, MettaNEWS – Penelitian Tahun 2021 mencatat kenaikan prevalensi penyalahgunaan narkoba selama satu tahun terakhir menjadi 1,95% atau sebanyak 3,662.646 orang dari sebelumnya sebesar 1,80% atau sebanyak 3.419.188 orang di tahun 2019. Sedangkan angka prevalensi pemah pakai narkoba adalah sebesar 2,57% atau sebesar 4.827.616 jiwa. Penelitian ini dilakukan pada usia 15-64 tahun.
Dari penelitian tersebut, menunjukkan tantangan yang semakin berat dalam mewujudkan Indonesia Bersinar membuat BNN menggelorakan semangat perang melawan narkoba.
Kepala Deputi Pencegahan BNN Richard M Nainggolan mengatakan salah satu upaya untuk mewujudkan Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar), diwujudkan melalui Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).
Berbeda dari sebelumnya, BNN menggunakan metode baru untuk menjangkau generasi muda bebas narkoba melalui kegiatan Kampanye P4GN di Solo Raya dengan tema ” Generasi Bersinar (Bersih Narkoba)”, Kamis (8/12/2022) bertempat di Dalem Joyokusuman Solo.
Sebanyak 150 orang yang terdiri dari Perwakilan Siswa SMA/SMK/MA di kota Solo dan Kab. Sukoharjo beserta dengan guru pendamping yang ditunjuk oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah mengikuti kegiatan dikemas dalam bentuk outbond training dengan nuansa aplikatif dan tukar pengalaman perilaku keseharian seperti komunikasi, kebersamaan, proaktif.
Richard mengungkapkan, dampak dari penyalahgunaan Narkoba sangat berpengaruh tidak hanya bagi korban penyalahguna tetapi juga bagi keluarga, lingkungannya dan negara.
“Kerusakan yang ditimbulkan tidak hanya pada fisik tetapi juga materi dan kejiwaan. Oleh karena itu perlu dilakukan berbagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika terutama di kalangan remaja dengan meningkatkan daya tangkal remaja terhadap pengaruh buruk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” jelas Richard.

Upaya untuk meningkatkan ketahanan diri remaja ini lanjut Richard juga menjadi sasaran strategis dari Direktorat Informasi dan Edukasi.
“Salah satu upaya untuk dapat meningkatkan ketahanan diri remaja adalah melalui Kampanye P4GN yang memberikan informasi dan edukasi kepada pelajar. Untuk itu, Direktorat Informasi dan Edukasi Deputi Bidang Pencegahan BNN menyelenggarakan kegiatan Kampanye P4GN di Solo,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan motivasi generasi muda khususnya di kota Solo dan Sukoharjo untuk dapat berkarya dan berkontribusi kepada daerah dan bangsa serta mewujudkan pelajar di Solo dan Sukoharjo memiliki ketahanan diri anti narkoba dan imun terhadap ancaman peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba.
“Kegiatan Kampanye P4GN di Solo Raya dimaksudkan untuk mewujudkan pelajar khususnya Solo dan Sukoharjo memiliki daya tangkal serta keterampilan diri dalam menolak segala bentuk ancaman penyalahgunaan narkoba. Selain itu kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan motivasi generasi muda khususnya di kota Solo dan Sukoharjo untuk dapat berkarya dan berkontribusi kepada daerah dan bangsa,” papar Richard.
Kegiatan ini juga menggandeng Anggota Komisi III DPR RI Eva Yuliana sebagai mitra BNN yang memberikan arahan pada peserta serta ikut dalam kegiatan outbond tersebut.
Eva menyebut sosialisasi melalui outbond ini adalah hal baru yang sesuai untuk generasi muda saat ini.
“Ini model baru, tidak menggunakan metode searah seperti penyuluhan, seminar. Karena anak muda pasti kalau dengar kata diceramahi, diajari pasti sudah capek karena setiap hari di sekolah juga sudah mendengarkan guru memberikan pelajaran pada mereka,” ujar Eva.
Komisi III DPR RI lanjut Eva mempunyai tanggung jawab pada rakyat bagaimana mendidik untuk memiliki mental atau karakter yang kuat.
“Penyalahgunaan berarti menggunakan yang salah, maka yang harus dibenahi atau diperbaiki adalah mental atau karakter. Saya ingin mengajak semuanya bagaimana kita menggerakan menguatkan karakter anak-anak atau generasi muda kita,” tutur Eva.

Menjadi salah satu tupoksi di DPR RI, Eva mengungkapkan, pihaknya mengarahkan pada BNN untuk membuat satu kegiatan di mana tujuannya adalah penguatan mental dan karakter tapi dalam bidang pemberantasan narkoba.
“Maka acara ini dibuat gimana caranya anak-anak kita bersenang-senang yang cerdas, dibuat permainan sehingga anak-anak menikmati itu. Sehingga tidak hanya memerangi narkoba saja sekaligus mendidik dan memberikan penguatan mental dan karakter,” terang Eva.
Menurut Eva, melalui outbond ini anak didik dilibatkan dalam seluruh rangkaian dengan langsung terlibat pada aktivitas (learning by doing).
“Anak-anak mendapat umpan balik tentang dampak kegiatan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pengembangan diri masing-masing. Selain itu juga mendapat materi pengembangan karakter (softskill) dalam rangka ketahanan diri anti narkoba,” pungkas Eva.









