SOLO, MettaNEWS – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surakarta mencatat capaian kinerja yang signifikan sepanjang tahun 2025 dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Mengusung semangat War on Drugs for Humanity, BNN Kota Surakarta menegaskan perang melawan narkoba sebagai upaya kemanusiaan yang berorientasi pada perlindungan dan penyelamatan manusia.
Kepala BNN Kota Surakarta, Kombes Pol. Ventie Bernard Musak, S.I.K., S.H., M.I.K., menyampaikan bahwa di tengah dinamika ancaman narkotika yang semakin kompleks—mulai dari modus baru, munculnya New Psychoactive Substances (NPS), hingga jaringan kejahatan terorganisir—BNN Kota Surakarta tetap responsif dan adaptif dengan mengintegrasikan inovasi kebijakan, teknologi, serta sinergi lintas sektor di tujuh wilayah kerja Solo Raya.
Pengungkapan Kasus dan Penegakan Hukum
Di bidang pemberantasan, BNN Kota Surakarta bersama Bea Cukai, Polres se-Solo Raya, dan BNN Provinsi Jawa Tengah berhasil mengungkap lima kasus narkotika melalui joint operation. Sebanyak tujuh tersangka diamankan dengan barang bukti berupa 95 gram ganja, 34.000 butir pil Yarindo, dan 83 butir Tramadol.
Selain itu, BNN Kota Surakarta melaksanakan 19 operasi yustisi dengan sasaran tempat hiburan malam, kos-kosan, juru parkir, dan terminal. Hasilnya, sembilan orang terjaring sebagai penyalahguna narkotika dan obat-obatan terlarang.
Asesmen Terpadu dan Pendekatan Kemanusiaan
Sebagai wujud pendekatan humanis, BNN Kota Surakarta mengoptimalkan Program Asesmen Terpadu untuk menentukan tingkat penggunaan narkotika serta peran seseorang dalam jaringan peredaran gelap. Sepanjang 2025, sebanyak 135 orang telah menjalani asesmen terpadu—jauh melampaui target awal 40 orang—yang tersebar di seluruh wilayah kerja.
Pencegahan Masif dan Ketahanan Remaja
Di bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), BNN Kota Surakarta melaksanakan 261 kegiatan sosialisasi P4GN dengan total peserta mencapai 41.415 orang dari berbagai unsur masyarakat. Upaya deteksi dini dilakukan melalui 25 kegiatan tes urine terhadap 774 orang, dengan 15 orang terindikasi positif dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan.
BNN Kota Surakarta juga sukses menggelar Gerakan Nasional ANANDA BERSINAR melalui 100 kegiatan sosialisasi di jenjang PAUD hingga SMA. Hasilnya, Indeks Ketahanan Diri Remaja (DEKTARI) tahun 2025 mencapai angka 70,35 dengan klasifikasi “sangat tinggi”.
Kelurahan Bersinar dan Pemberdayaan Masyarakat
Dalam mendukung Program Prioritas Nasional, BNN Kota Surakarta membentuk dua Kelurahan Bersinar, yakni Kelurahan Karangasem dan Kelurahan Bumi, serta menjangkau 20 keluarga untuk memperkuat ketahanan keluarga. Di kawasan rawan narkoba, BNN Kota Surakarta juga menggelar pelatihan life skill barista di Kelurahan Mojosongo yang menghasilkan Indeks Kemandirian Partisipasi (IKP) sebesar 3,60 dengan kategori “sangat mandiri”.
Capaian Layanan Rehabilitasi
Di bidang rehabilitasi, BNN Kota Surakarta mencatat 279 klien rehabilitasi rawat jalan dan 83 klien rawat inap di Karesidenan Surakarta. Klinik Ngudi Waras BNN Kota Surakarta melayani 44 klien rawat jalan, termasuk 14 anak di bawah usia 18 tahun. Indeks kualitas hidup klien mencapai 85,93 persen, sementara indeks kepuasan layanan berada pada angka 3,66 dengan kategori “sangat baik”.
BNN Kota Surakarta juga memperkuat sinergi dengan enam lembaga rehabilitasi mitra serta melaksanakan rehabilitasi bagi 125 warga binaan di rutan dan lapas. Pendekatan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) turut dikembangkan di Kelurahan Mojosongo sebagai bentuk rehabilitasi yang inklusif dan berkelanjutan.
Penguatan Kelembagaan dan Kolaborasi
Keberhasilan P4GN turut didukung penguatan kelembagaan dan kolaborasi lintas sektor. Hingga 2025, telah terbit Perda/Perwali P4GN di empat kabupaten/kota dan 15 nota kesepahaman dengan berbagai instansi dan komponen masyarakat. Inovasi komunikasi publik dilakukan melalui kanal digital “SELAT SOLO” serta pembukaan Pojok Edukasi BNN Kota Surakarta di Solo Grand Mall.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya P4GN. Perang melawan narkoba bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama,” tegas Kombes Pol. Ventie Bernard Musak.
Dengan semangat inovasi, kolaborasi, dan pendekatan kemanusiaan, BNN Kota Surakarta optimistis dapat terus memperkuat ketahanan masyarakat Solo Raya menuju lingkungan yang bersih, sehat, dan produktif, sejalan dengan semangat War on Drugs for Humanity.







