SOLO, MettaNEWS – Pemerintah Kota Solo mendorong permasalahan kenaikan biaya servis yang dikeluhkan pedagang di Pusat Grosir Solo (PGS) segera tuntas sebelum bulan Puasa. Dinas Perdagangan juga minta pihak pengelola menahan diri untuk tidak menjatuhkan sanksi apapun kepada pedagang yang telat bayar, sebelum ada kesepakatan antara kedua pihak.
Selasa (15/3/2022) siang, kembali ada pertemuan antara pedagang dengan pengelola PGS di Balaikota. Namun pertemuan itu tidak berhasil menemukan kata sepakat. Belakangan ada informasi pertemuan berikutnya akan digelar Rabu besok, kali ini di kantor DPRD.
Kepala Dinas Perdagangan, Heru Sunardi kepada wartawan di kantornya, Selasa (15/3/2022) memaparkan, Pemkot siap menjadi mediator antara pedagang dengan pengelola. Sebelumnya, pedagang PGS telah mengadukan permasalahan tersebut, tentang kenaikan biaya servis sebesar 40 persen, dari Rp 57.500 menjadi Rp 80.000 per meter persegi per bulan.
“Ya, sebenarnya ini masalah internal mereka. Dinas hanya mendorong agar segera diselesaikan. Mau dibicarakan di Balai Kota, atau di PGS, terserah. Yang penting segera selesai, sukur kalau bisa menjelang Puasa sudah menemukan kesepatakan,” ujarnya.
Hasil sementara dari pertemuan tadi, Pemkot minta pengelola dan pedagang membangun komunikasi dua arah yang lebih baik. Kemudian juga pengelola diminta menghitung ulang mengenai kenaikan biaya, sehingga pada pertemuan berikutnya lebih mudah mencapai kesepakatan.








