Wali Kota Respati Terima Penghargaan Memori Kolektif Bangsa, Arsip Maestro Karawitan Solo Diakui Nasional

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Surakarta Respati Ardi menghadiri Peringatan Hari Kearsipan ke-55 yang diselenggarakan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Surakarta menerima penghargaan Register Arsip sebagai Memori Kolektif Bangsa (MKB) Periode I Tahun 2026.

Penghargaan diberikan atas arsip berjudul “Khazanah Arsip Martopangrawit Maestro Karawitan Periode Tahun 1954–1986” yang diusulkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surakarta bersama Lipursari, S.Sn., M.M. Arsip tersebut dinilai memiliki nilai historis, budaya, dan pengetahuan penting bagi perkembangan seni karawitan Indonesia.

Rangkaian acara Hari Kearsipan ke-55 diawali dengan registrasi peserta, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Kearsipan, pembukaan, hingga doa bersama.

Kepala ANRI dalam sambutannya menegaskan pentingnya momentum Hari Kearsipan sebagai upaya memperkuat tata kelola arsip sekaligus menjaga memori bangsa.

Selain itu, Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kementerian PAN-RB turut hadir memberikan arahan serta menyerahkan penghargaan kepada lima lembaga dengan nilai pengawasan kearsipan nasional terbaik.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Parade Budaya Memori Kolektif Bangsa, pembacaan keputusan Program Registrasi Nasional MKB oleh Dewan Pakar MKB, hingga penyerahan sertifikat penghargaan kepada para penerima.
Wali Kota Respati menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Kota Surakarta dalam menjaga dan melestarikan arsip sejarah sebagai bagian penting identitas budaya bangsa.

“Arsip bukan hanya dokumen, tetapi juga jejak sejarah dan warisan budaya yang harus dijaga bersama. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Surakarta untuk terus memperkuat tata kelola kearsipan sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya daerah,” paparnya.

Menurutnya, arsip Maestro Karawitan Martopangrawit bukan sekadar catatan sejarah, melainkan sumber pengetahuan yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Melalui momentum Hari Kearsipan ke-55, Pemerintah Kota Surakarta juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengelolaan arsip daerah dan menjaga warisan budaya sebagai bagian dari identitas bangsa.