SOLO, MettaNEWS – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadirkan Imam Besar Islamic Center of New York, Muhammad Syamsi Ali, dalam kuliah umum yang digelar di Masjid Hj Sudalmiyah Rais, Kamis (21/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Syamsi Ali membagikan pengalaman sekaligus pandangannya mengenai perkembangan Islam di Amerika Serikat setelah hampir 30 tahun bermukim di Kota New York.
Wakil Rektor III UMS, Dr. Mutohharun Jinan, mengatakan kuliah umum tersebut menjadi momentum penting bagi sivitas akademika untuk memahami perkembangan Islam di dunia Barat, khususnya di Amerika Serikat.
“Kita bersyukur kepada Allah pada pagi hari ini kita dapat menghadiri majelis taklim untuk bersilaturahim, untuk bersama-sama mendapatkan wawasan pengetahuan tentang Islam, khususnya Islam yang berkembang di dunia Barat, lebih khusus lagi di Amerika,” paparnya.
Ia menilai kehadiran Syamsi Ali menjadi kesempatan berharga karena mahasiswa dan civitas akademika dapat mendengar langsung pengalaman tokoh yang aktif berdakwah di Amerika Serikat.
“Ini merupakan salah satu berkah besar bagi kita semuanya. Hari ini kita bersama langsung dengan Ustaz Muhammad Syamsi Ali yang memang banyak memberikan warna dan pengaruh perkembangan Islam di Amerika,” tambahnya.
Dalam pemaparannya, Syamsi Ali menceritakan perjalanan hidupnya sejak menempuh pendidikan di Pesantren Muhammadiyah Darul Arqam Gombara hingga akhirnya menetap di Amerika Serikat.
Ia mengaku mulai mengenal dan mendalami seni bela diri Tapak Suci sejak di pesantren, bahkan sempat menjadi juara tingkat Provinsi Sulawesi Selatan saat masih duduk di bangku SMA.
“Jadi pertama kali saya keluar dari Sulsel itu karena silat,” ungkapnya.
Setelah lulus pesantren, Syamsi Ali memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Pakistan selama tujuh tahun. Ia kemudian menjadi pengajar di Arab Saudi selama dua tahun sebelum akhirnya pindah ke New York.
“Sekarang ini sudah hampir 30 tahun di Kota New York. Rasa-rasanya hidup saya lebih banyak di luar negeri. Tapi saya cinta Indonesia,” tuturnya.
Menurut Syamsi Ali, Amerika Serikat memang menjadi negara dengan kekuatan ekonomi dan militer yang besar, tetapi juga menghadapi berbagai persoalan moral dan sosial.
Karena itu, ia menilai kehadiran Islam di Amerika bukan sebagai ancaman, melainkan membawa nilai penyelamatan dan perbaikan moral bagi masyarakat.
“Kehadiran dakwah Islam di Amerika bukan ancaman, tapi adalah salvation (penyelamatan). Amerika adalah lahan dakwah yang sangat subur,” jelasnya.
Ia juga menyoroti perkembangan Islam pascatragedi Serangan 11 September 2001 atau 9/11. Menurutnya, setelah tragedi tersebut justru semakin banyak masyarakat Amerika yang tertarik mempelajari Islam.
“Setelah tragedi 9/11, orang-orang di Amerika justru berbondong-bondong belajar dan masuk Islam,” katanya.
Dalam berdakwah di masyarakat Barat, Syamsi Ali menekankan pentingnya pendekatan rasional dan keteladanan perilaku.
Ia menyebut generasi muda Amerika sebagai “generation of whys”, yakni generasi yang selalu mempertanyakan alasan logis di balik setiap ajaran agama.
“Agama kita sangat logis dan rasional.








